Fakta-Fakta Hartono Bersaudara, Kakak Beradik Punya 9 Pabrik Uang Berharta Rp642 Triliun

Infomenia.net -  Hartono bersaudara memiliki total harta kekayaan USD44,9 miliar atau setara Rp642,07 triliun (kurs Rp14.300 per USD).  Deng...


Infomenia.net - 
Hartono bersaudara memiliki total harta kekayaan USD44,9 miliar atau setara Rp642,07 triliun (kurs Rp14.300 per USD). 

Dengan harta sebanyak ini, Hartono bersaudara sudah 14 tahun menjadi orang terkaya di Indonesia versi Forbes. 

Jika dirinci, harta kekayaan R Budi Hartono mencapai USD22,9 miliar atau setara Rp327,4 triliun. Sementara, kakaknya Michael Bambang Hartono mempunyai kekayaan USD22 miliar Rp314,6 miliar. 

Berikut fakta sumber kekayaan Hartono bersaudara yang dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (2/4/2022).

1.Bisnis Rokok 

Harta kekayaan Hartono bersaudara yang paling terkenal dari bisnis rokok. Mereka memiliki bisnis PT Djarum. 

Bisnis ini dimulai dari sang ayah, Oei Wie Gwan yang mengakuisisi perusahaan rokok Indonesia yang bangkrut pada 1951 lalu dinamai Djarum. 

Lalu, perusahaan rokok asal Kudus, Jawa Tengah itu terus berkembang hingga menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. 

2. Punya Perbankan 

Sumber kekayaan Hartono bersaudara lainnya dari bisnis perbankan. Dengan memiliki mayoritas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadikan harta Hartono bersaudara melonjak. 

Hartono bersaudara sebelumnya akusisi BCA dari Sudono Salim. Sudono Salim mengalami keterpurukan saat krisis moneter 1998 lalu. Hartono bersaudara pun memilih membeli saham BCA di tengah kondisi terpuruk. Kini keduanya menguasai BCA melalui PT Dwimuria Investama Andalan dengan kepemilikan 54,94 persen atau 67,72 miliar saham. Tercatat, per 18 Januari 2022, kapitalisasi pasar BBCA ini mencapai Rp946,14 triliun atau hampir mendekati Rp1.000 triliun 

3. Bisnis Elektronik 

Hartono bersaudara mengembangkan bisnis elektronik melalui Polytron. Melalui Polytron, pihaknya berencana fokus memproduksi televisi, AC, telepon seluler, hingga kulkas. 

Saat ini, Polytron memiliki tiga lokasi pabrik di Jawa Tengah dengan jumlah karyawan mencapai lebih dari 10.000 dan total area pabrik seluas 69 hektare. Polytron memasang target untuk mengungguli pasar televisi LED dan LCD yang saat ini didominasi pabrikan Jepang dan Korea Selatan. 

4. Punya Bisnis Properti

Sektor properti tak ketinggalan menjadi bagian dari kegiatan bisnis Hartono bersaudara. Grup Djarum diketahui memiliki sejumlah properti prestisius, mulai dari i Menara BCA, Grand Indonesia, Hotel Indonesia Kempinski, dan Kempinski Residence. Tak hanya itu, proyek properti lain dengan kelas menengah bawah juga dimiliki, seperti World Trade Center Mangga Dua, Mal Daan Mogot, Karawang Resinda, dan Padma Hotel Karawang. 

5. Ada Agribisnis Juga 

Hartono bersaudara memiliki bisnis lain yang memiliki profit cukup tinggi, yaitu sektor agribisnis. Bisnis tersebut dijalankan melalui PT Hartono Plantation Indonesia (HPI) yang berfokus pada pengadaan kelapa sawit, berlokasi di Kalimantan Barat. Selain Kelapa Sawit, perusahaan yang didirikan pada 2008 ini mengembangkan komoditas lain, seperti cengkeh, tembakau, tebu, jarak kepyar, dan minyak atsiri. 

6. Makanan dan Minuman 

Grup Djarum juga memiliki bisnis makanan dan minuman. Melalui PT Savoria Kreasi Rasa, terdapat merek minuman Yuzu, dan di bawah PT Sumber Kopi Prima, terdapat kopi dengan merek Delizio Caffino. 

7. Media 

Hartono bersaudara juga merambah ke bisnis media komunikasi, yaitu melalui Djarum Media dengan nama Djarum Super Soccer TV, dan Polytron dengan nama Mola TV. 

8. Menara Telekomunikasi 

Hartono bersaudara memiliki perusahaan menara telekomunikasi, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui PT Sapta Adhikari Investama. Adapun kepemilikan saham di TOWR mencapai 54,35 persen atau 27,73 miliar saham, dengan kapitalisasi pasar senilai Rp53,31 triliun.

Pada tahun lalu, TOWR mengakuisisi mayoritas saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) melalui anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dalam rangka konsolidasi bisnis di masa depan. 

9. Digital 

Hartono bersaudara turut mengembangkan bisnis di sektor digital sesuai dengan perkembangan teknologi. Hal ini dimulai dengan mendirikan Blibli.com pada 2010 melalui PT Global Digital Niaga (GDN) yang merupakan anak usaha dari PT Global Digital Prima (GDP), dan resmi diluncurkan pada tanggal 25 juli 2011. Terbaru, Blibli resmi mengakuisisi 70,56 persen emiten pengelola Farmers Market dan Ranch Market, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC). 

Grup Djarum makin serius mengembangkan bisnis di sektor digital melalui perusahaan modal ventura GDP Venture yang perlahan mengakuisisi sejumlah perusahaan perusahaan rintisan (startup) digital. 

Dimulai dari situs forum online Kaskus, hingga perusahaan travel agent online tiket.com. Selain itu, melalui GDP Venture, Grup Djarum juga menyuntikkan dana ke beberapa startup lain, seperti Garasi.id, Gojek, Infokost.id, Bolalob, IDN Media, Kumparan, Kincir, Kurio, Historia, Halodoc, dan lain sebagainya.(okezone.com)