Mengenal Metode Penyembuhan 'Cuci Otak' Dokter Terawan yang Dipecat IDI

Infomenia.net -  Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, dr Terawan Agus Putranto dikabarkan telah diberhentikan dari Ikatan Dokter Indonesia ...


Infomenia.net - 
Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, dr Terawan Agus Putranto dikabarkan telah diberhentikan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat. Terawan dan IDI sendiri sudah berseteru sejak tahun 2015 karena metode penyembuhan 'cuci otak' (brainwash) yang dilakukannya.

Jadi polemik, Terawan menerapkan metode cuci otak ini pada pasien stroke. Kabarnya, pasien Terawan tidak hanya berasal dari Indonesia saja, orang-orang dari luar negeri juga turut berobat kepadanya. 

Metode cuci otak ini merupakan modifikasi Terawan dari metode DSA (Digital Subtraction Angiography). DSA sendiri adalah metode pemeriksaan kesehatan yang menggunakan teknik fluoroscopy yang tujuannya memberi gambaran dari dalam pembuluh darah yang erat kaitannya dengan stroke.

Untuk menjalankan metode cuci otak ini, Terawan memasukkan kateter ke pembuluh darah, lalu menyemprotkan obat heparin. Tujuannya adalah untuk menghancurkan plak yang menyumbat pembuluh darah yang menjadi penyebab stroke.        

Tindakan cuci otak yang dilakukan oleh dr Terawan selesau dalam waktu sekitar 30-40 menit bila tak terjadi komplikasi.

Mengutip dari berbagai sumber, metode penyembuhan cuci otak ini sudah mulai dikembangkan oleh Terawan sejak tahun 1990-an.   

Namun, terapi dengan metode cuci otak yang sempat viral pada tahun 2018 ini menuai pro dan kontra hingga akhirnya menjadi perdebatan di kalangan praktisi.   

Meski demikian, metode penyembuhan yang dilakukan oleh Terawan justru mendapat penghargaan sebagai penemu Terapi Cuci Otak dan Penerapan program DSA terbanyak dari Museum Rekor Indonesia.

Bahkan, kabarnya metode yang Terawan yang ditentang IDI tersebut telah diterapkan di Jerman dengan nama paten "Terawan Theory".

Sebelum akhirnya diberhentikan secara permanen, Terawan juga sempat diberhentikan sementara oleh IDI pada tahun 2018 lalu. Polemik ini pun sempat membuat bingung masyarakat.(indozone.id)