Ghozali Everyday, Kisah Mahasiswa di Semarang Raup Miliaran Rupiah dengan Menjual Foto Selfie

Infomenia.net -  Seorang pemuda asal Semarang Sultan Gustaf Al Ghozali, menghebohkan jagad dunia maya. Dia mampu meraup miliaran rupiah berk...


Infomenia.net - 
Seorang pemuda asal Semarang Sultan Gustaf Al Ghozali, menghebohkan jagad dunia maya.

Dia mampu meraup miliaran rupiah berkat menjual foto-foto selfienya sebagai NFT (non-fungible token) di platform OpenSea.

Dengan akun OpenSea dengan nama Ghozali Everyday, Ghozali menyediakan sebanyak 933 foto selfie-nya untuk dikoleksi.


NFT yang dinamakan "Ghozali Everyday" berisi kumpulan foto Ghozali sejak berusia 18 tahun hingga 22 tahun yang bisa dikoleksi siapa pun.

"Ini benar-benar gambar saya di depan komputer hari demi hari," tulis Ghozali dalam laman OpenSea miliknya.

Mulanya, harga untuk mengoleksi 1 selfie mahasiswa Udinus itu hanya sebesar 0.001 ETH atau sekitar Rp45 ribu saja.

Setelah viral hingga mengundang banyak kolektor, harga NFT Ghozali Everyday rata-rata di sekitar 0.3 ETH atau Rp14 juta.

Hingga Rabu (12/1), Ghozali mengumumkan NFT-nya hanya tersisa 331 saja.

Dari tangkapan layar, seluruh NFT yang diperdagangkan dalam selfie Ghozali baik beli atau jual sudah mencapai 0.66 ETH atau sekitar Rp31 juta.

Iklan untuk Anda: Langgar aturan - jam tangan replika Rolex didiskon 90% hari ini
Advertisement by
Seiring banyaknya kolektor yang berminat mendapatkan Ghozali Everyday, nilai NFT diperdagangkan naik setiap waktu. 

Tercatat pada Kamis (13/1/2021) Ghozali Everyday sudah mencatatkan volume perdagangan sebesar 258 ETH atau sekitar Rp12 miliar.

Salah seorang kolektor yang memiliki Ghozali Everyday seri #732 bahkan menghargai selfie Ghozali sebesar 999 ETH atau sekitar 3 juta dolar AS atau sekitar Rp42 miliar.

Awalnya Hanya Untuk Video Wisuda

Melalui akun Twitternya Ghozali_Ghozalu, ia menjelaskan awal mula tujuannya mengambil foto selfie setiap hari sejak usia 18 tahun.

"Tujuan saya mengambil foto selfie setiap hari selama lima tahun adalah untuk video ini," ucap Ghozali sembari menautkan video di Youtube dalam tweetnya.

Video tersebut menggabungkan seluruh foto selfienya dari hari ke hari.

"Dan harapannya nanti saat saya wisuda akan ambil foto selfie dan ditaruh di akhir video, sepertinya akan jadi keren," ucapnya. 

Melalui akun Twitter-nyanya juga, Ghozali mengatakan, setiap selfie memiliki cerita di baliknya.

Coba lihat apa penjelasan Ghozali terkait foto yang berhasil dikoleksi seseorang ini.

"Sangat langka, rambut ini mirip Tobey emo Spiderman 3," jelas Ghozali merujuk Spider-Man yang terkena efek Symbiote.

"Cerita pendek panjang (?) Di malam hari saya tak bisa tidur karena banyak berpikir, saya menyadari besok saya harus pergi ke sekolah," jelas Ghozali di NFT edisi kesekiannya.

Apa itu NFT?

NFT adalah singkatan dari non-fungible token atau token yang tak dapat dipertukarkan. Sifatnya yang unik membuat NFT tak memiliki kembaran yang sama persis di dunia.

Ibaratnya koleksi langka yang hanya ada satu di dunia. Koleksi itu tak bisa ditukarkan dengan hal identik dengan nilai yang sama, seperti uang.

NFT berupa bentuk "seni" digital seperti gambar, foto selfie seperti Ghozali Everyday, musik, atau hal digital lain.

Ingat cuitan pertama pendiri Twitter Jack Dorsey yang terjual senilai 2 juta dolar AS atau sekitar Rp41 miliar sebagai NFT?

Mayoritas NFT adalah bagian dari basis data terdistribusi (blockchain) yang menopang mata uang kripto Etherium (ETH).

Tak heran sebagian besar NFT menggunakan ETH sebagai alat pembayarannya.

Meski demikian ada pula NFT yang menggunakan blockchain dari mata uang kripto lain.

Dengan menggunakan blockchain, pemilik NFT bisa mendapatkan verifikasi dan dibuktikan "kepemilikannya" terhadap suatu karya karena telah tercatat di basis data tersebut.

Bagaimana cara membeli dan menjual NFT?

Melansir Kompas.com, Kamis (13/1) terdapat sejumlah marketplace yang kerap digunakan sebagai transaksi NFT yakni OpenSea, Mintable, Rarible, hingga Nifty Gateway.

Untuk membeli NFT, Anda perlu memperhatikan mata uang apa yang digunakan dalam platform tersebut.

Selain itu, calon pembeli juga harus memperhatikan jenis tambahan biaya yang dibebankan dalam transaksi blockchain.

Biaya itu merupakan dana yang digunakan untuk mengubah dolar atau rupiah menjadi mata uang kripto seperti ETH.

NFT yang Anda beli bisa dijual atau dilepas kepemilikannya ke pasar bebas.

Anda juga bisa menjual karya seni digital Anda sebagai NFT.

Sama seperti proses pembelian, proses penjualan juga memerhatikan marketplace yang digunakan.

Untuk proses menjual karya seni, Anda perlu mengunggah karya ke marketplace NFT pilihan Anda.

Nantinya akan ada petunjuk untuk mengubah aset tersebut menjadi NFT serta menambahkan deskripsi aset dan harga yang ditawarkan.(jateng.tribunnews.com)