Helmi Felis Tuding Ahok Sering Diduga Korupsi

Infomenia.net -  Pegiat media sosial, Helmi Felis mengatakan bahwa Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias AHok adalah orang...


Infomenia.net - 
Pegiat media sosial, Helmi Felis mengatakan bahwa Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias AHok adalah orang yang paling sering diduga melakukan korupsi. 

Namun, menurutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini seakan tidak tersentuh oleh hukum. 

“Ahok ini orang yang paling sering diduga melakukan KORUPSI,” kata Helmi Felis melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 26 Desember 2021.  

“Namun seakan tidak tersentuh hukum, siapa sih ni orang? Kok serasa kebal hukum begini?” sambungnya. 

Helmi Felis pun menyerukan bahwa hukum harus ditegakkan dan negara tak boleh kalah dari orang seperti Ahok. 

“NEGARA kalah sama orang model begini? Ini Indonesia! Gak boleh kalah sama yang beginian. TEGAKKAN HUKUM!” katanya. 

Helmi Felis mengatakan itu sebagai respons terhadap berita berjudul “Dokumen Korupsi Ahok Segera Dilimpahkan ke KPK”. 

Dilansir dari RMOL, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M. Massardi berencana melimpahkan dokumen berbagai temuan yang mengarah pada dugaan tindak pindana korupsi (tipikor) yang patut dapat diduga melibatkan Ahok.  

Dugaan kepada Ahok, baik saat ia masih menjabat sebagai Wakil Gubernur (2012) maupun setelah ditetapkan sebagai Gubernur DKI Jakarta (2014) menggantikan Joko Widodo. 

Adhie Massardi menegaskan bahwa dokumen berbagai skandal korupsi di Pemprov DKI sepanjang 2012 hingga 2017 yang akan dilimpahkan ke KPK tersebut sudah dalam bentuk buku resmi. 

Katanya, dokumen dikumpulkan dan dirangkai oleh salah satu tokoh gerakan anti-korupsi dan peneliti sumber daya alam Indonesia, Marwan Batubara dan pernah dicetak pada tahun 2017. 

“Sebenarnya apa yang kami punya (dokumen korupsi Pemprov DKI) hanya sebagian kecil saja dari yang dimiliki KPK,” ujar Adhie. 

“Rencana pengiriman dokumen berupa buku ‘Korupsi Ahok’ ke KPK,” sambung Ketua Komite Eksekutif KAMI itu. 

Adhie juga mengatakan bahwa pengiriman buku ini untuk mengingatkan Firli Bahuri sebagai ketua KPK baru bahwa ada skandal korupsi besar dan fenomenal yang diam-diam ‘dipetieskan’ oleh rezim KPK sebelum ini. 

“Dengan kedok “belum menemukan niat jahat,” tegas Adhie. 

Dalam kesempatan itu, Adhie akan mengajak Marwan Batubara sebagai penulis buku “Korupsi Ahok” yang bisa menjelaskan lebih gamblang tentang isi bukunya. 

Juru bicara Presiden Gus Dur ini juga mengurai bahwa pihaknya membawa lagi kasus dugaan korupsi Ahok ke KPK karena melihat aparat penegak hukum tampak seolah sudah sangat permisif atau benar-benar melakukan pembiaran kepada para pejabat korup yang skandal korupsinya dilakukan secara terbuka, vulgar, dan amoral. 

“Saya melihat republik ini sudah benar-benar menjadi Negeri Para Bedebah, yang penguasanya hobi menjarah, sedang rakyatnya hidup dalam tingkat kesejahteraan yangsangat rendah!” kata Adhies Massardi.(terkini.id)