Ada 2 CCTV aktif di dekat TKP Subang, wajah pelaku terekam jelas?

Infomenia.net -  Sejauh ini, bukti visual kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat masih terbilang lemah. Sebab, tak ada kamera C...


Infomenia.net - 
Sejauh ini, bukti visual kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat masih terbilang lemah. Sebab, tak ada kamera CCTV yang merekam kejadian atau gerak-gerik pelaku selama menjalankan aksinya. 

Hari-hari berlalu, fakta baru mulai terungkap. Kabarnya, selain di SMA 1 Jalancagak, ada dua CCTV lain yang aktif atau menyala di sekitar lokasi kejadian. Setidaknya, hal tersebut yang diungkapkan Youtuber Fredy Sudaryanto melalui hasil pengamatannya di TKP.

Melalui keterangannya, satu CCTV aktif terpasang di dekat tempat pencucian mobil yang lokasinya tak jauh dari Polsek Jalancagak. Sementara yang lainnya terpasang di toko jok mobil yang berada di kawasan Serangpanjang menuju Purwakarta. 

Menurut Fredy Sudaryanto, meski kamera tersebut tak merekam langsung pembunuhan, namun minimal hasil rekamannya bisa mengungkap gerak-gerik saksi yang sejauh ini dicurigai polisi. Jadi, kata dia, mereka yang bohong mengenai keberadaan saat kejadian bisa dengan mudah diketahui polisi.  

“Nah, CCTV ini merupakan masalah yang paling krusial untuk menentukan apakah yang bersangkutan membohongi alibinya atau tidak,” ujar Fredy yang terus mengikuti kasus pembunuhan tersebut, dikutip Hops, Senin 13 Desember 2021.  


Fredy memastikan, kedua CCTV yang aktif tersebut sama-sama mengarah ke jalan raya. Sehingga, bisa dipastikan, pelaku sempat tertangkap kamera sebelum sampai ke lokasi kejadian.   

Dia meyakini, polisi sudah mengambil hasil rekaman dari CCTV tersebut. Dia juga yakin, di dalamnya terdapat wajah pelaku yang sejauh ini dicari-cari pikah kepolisian.   

“Dua CCTV itu sangat krusial karena mengarah ke jalan. CCTV bisa jadi kunci terjadinya lalu lalang di jalan itu. Apakah benar dari 52 saksi tidak ada yang lewat terekam CCTV tersebut?” tutur Fredy Sudaryanto mempertanyakan.   


Jika dari rekaman CCTV tersebut tidak ada kegiatan dari 52 saksi, dia berkesimpulan pertama, tidak ada dari mereka yang tersangkut. Berarti orang lain di luar 52 saksi. 

Kedua, ada kemungkinan akses lain ke rumah TKP, yaitu melalui kawasan Bunihayu, ada belokan yang berjarak 50-100 meter ke arah belakang rumah korban. Kawasan itu lebih banyak persawahan dan jarang rumah. 

Pelaku sudah paham lokasi CCTV
 
Sementara itu akademisi di perguran tinggi Thailand yang juga turut mengikuti kasus tersebu sejak awal, Anjas menduga, pelaku sudah mengetahui posisi CCTV di sekitar lokasi, termasuk mana saja yang mati dan hidup. 

Itulah mengapa, Anjas makin yakin, pembunuh merupakan warga setempat atau minimal yang sudah hafal dengan jalanan di sekitar TKP. 

“Sepertinya, para pelaku mengetahui sekali, sehingga mereka bisa menghindari sejumlah CCTV yang hidup, dan mengetahui mana yang mati.” 

“Apakah CCTV (SMA 1 Jalancagak) pada lokasi di depan rumah kejadian sudah lama mati atau hanya hari itu?” kata Anjas. 

Yuk, ajak keluarga ke MuslimaFest 2021 by Amitra pada 17-19 Desember 2021 di Smesco Exhibition Hall, Jakarta. Akan ada talkshow bareng artis, kajian bersama Ustaz Syam dan Ustazah Syifa, bazar dan entertainment. (hops.id)