6 Fakta Polisi 'Cueki' Laporan Korban Cabul di Bekasi

Infomenia.net -  Institusi Polri kembali tercoreng akibat buruknya pelayanan polisi. Seorang ibu yang melaporkan pencabulan terhadap anaknya...


Infomenia.net - 
Institusi Polri kembali tercoreng akibat buruknya pelayanan polisi. Seorang ibu yang melaporkan pencabulan terhadap anaknya justru diminta polisi untuk menangkap pelaku.

Ibu korban berinisial D (34) awalnya melapor ke Polres Metro Bekasi Kota. D meminta polisi untuk segera menangkap pelaku yang saat itu hendak kabur ke Surabaya, Jawa Timur.

Namun, D justru disuruh oknum polisi tersebut untuk menangkap pelakunya. Alhasil, ia dan keluarganya menangkap pelaku di depan Stasiun Bekasi.

Kasus ini menyorot perhatian publik di tengah upaya Polri tengah berbenah dalam melayani masyarakat. Propam Polda Metro Jaya pun turun tangan menyelidiki kasus ini.

Laporan Korban 'Dicueki' Polisi

D menceritakan, saat itu dia mendapat informasi bahwa pelaku A (35) hendak kabur ke Surabaya, Jawa Timur. D lalu ke kantor polisi, meminta agar pelaku segera ditangkap.

"Pak RT bilang ke saya, katanya pelaku mau kabur ke Surabaya. Saya ke kantor polisi, saya minta ke polisi bantu," ujar D saat dihubungi wartawan, Senin (27/12).

Saat melapor itu D mendapat respons yang kurang enak. Polisi tersebut malah menyuruhnya untuk menangkap sendiri pelakunya.

"Lalu saya tanya, malah nyuruh saya tangkap dan bawa ke sini. Saya kesal, maksudnya bantulah," ungkapnya.

Korban Akhirnya Tangkap Pelaku

Setelah itu, D bersama keluarganya kemudian berinisiatif mencari pelaku. Pelaku akhirnya ditangkap di depan Stasiun Bekasi.

"Diamaninnya di depan Stasiun KA Bekasi. Dia ngumpet di warung gitu, nggak melawan. Sekarang sudah diamankan kita bawa ke polisi," sambungnya.

Alasan Polisi Tak Gercep Tangkap Pelaku

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan menjelaskan alasan pihaknya tidak langsung menangkap pelaku. Zulpan menyebutkan pihaknya memerlukan dua alat bukti untuk melakukan penangkapan.

"Pelapor diberi penjelasan oleh penyidik terkait kejadian yang viral bahwa proses penangkapan atau mengamankan pelaku dibutuhkan minimal dua alat bukti," kata Zulpan saat dihubungi, Senin (27/12).

Zulpan mengatakan, saat keluarga korban mendesak polisi menangkap pelaku, pihak kepolisian belum mengantongi dua alat bukti. Atas dasar itu, polisi tidak memiliki legalitas dalam menangkap terduga pelaku.

"Kejadian tanggal 21 Desember jam 9 pagi saat pengambilan surat permintaan visum di mana pelapor meminta supaya penyidik menangkap pelaku di stasiun, penyidik belum mengantongi dua alat bukti sehingga belum dapat dilakukan penangkapan terhadap pelaku," terang Zulpan.

Propam Turun Tangan

Polda Metro Jaya menurunkan tim Propam untuk menyelidiki dugaan pelanggaran oknum tersebut. Propam akan mendalami keterangan pihak korban yang mengaku 'dicueki' saat melapor.

Kombes Zulpan mengatakan setiap laporan warga seharusnya disikapi serius oleh petugas Polsek dan Polres. Dia menyayangkan jika dugaan laporan korban pencabulan 'dicueki' itu ternyata benar.

"Tentunya kalau ada seperti itu, itu adalah hal yang tidak baik. Tetapi kamu mohon waktu ya untuk kita dalami lagi," kata Zulpan.

Untuk mengungkap fakta dari kasus tersebut, Zulpan mengatakan tim Propam Polda Metro Jaya bakal diturunkan untuk menyelidiki adanya dugaan tindakan pelayanan anggota yang dinilai tidak sesuai prosedur dan merugikan masyarakat.

"Iya kalau kaitannya dengan anggota kan nanti dari Propam. Tapi mohon waktulah, kan belum tentu benar juga ya. Jadi nanti kita sampaikan lagi ya," jelas Zulpan.

Ortu Korban Klarifikasi

Setelah kasus tersebut mencuat. belakangan ibunda korban berinisial D memberikan klarifikasi soal keluhannya atas pelayanan kepolisian. D meminta maaf dan mengaku dirinya terbawa emosi saat memberikan keterangan kepada media.

"Buat Kapolres dan penyidik PPA yang sambut saya dengan baik. Saya minta maaf juga kemarin dalam keadaan emosi," kata D dalam video singkat yang dikirim Polda Metro Jaya, Senin (27/12).

Pelaku Cabuli 2 Anak Pelapor

Sebelumnya, orang tua korban melaporkan pelaku inisial A (35) atas tuduhan pencabulan terhadap putrinya yang berusia 11 tahun. Belakangan diketahui bahwa anak pelapor yang berusia 9 tahun juga dicabuli pelaku.

"Tadi siang sekitar pukul 13.30 WIB Unit Paminal bersama penyidik PPA mendatangi keluarga pelapor di wilayah Tambun dan bertemu dengan pelapor. Hasil klarifikasi dijelaskan pelapor bahwa anak yang kedua berusia 9 tahun juga menjadi korban pencabulan oleh pelaku," kata Zulpan saat dihubungi, Selasa (28/12/2021).

Adapun, modus pelaku adalah dengan mengiming-imingi korban dengan jajanan hingga uang. Pelaku diketahui bertetangga dengan korban dan pelecehan itu terjadi di warung miliknya.

Setelah ditangkap korban, pelaku kini ditahan polisi. Dia dijerat dengan UU Perlindungan Anak.(detiknews.com)