Pinjol yang Bikin Ibu di Wonogiri Gantung Diri Ditangkap, Terungkap Cara Mereka Meneror Siang Malam

Infomenia.net -  Beberapa waktu lalu seorang ibu muda asal Kabupaten Wonogiri nekat mengakhiri hidup.  Dalam surat yang ditinggalkan, si ibu...


Infomenia.net - 
Beberapa waktu lalu seorang ibu muda asal Kabupaten Wonogiri nekat mengakhiri hidup. 

Dalam surat yang ditinggalkan, si ibu tersebut mengatakan memiliki sejumlah utang. 

Ia tertekan diteror pelaku pinjaman online (pinjol) hingga mengambil jalan pintas. 

Ya, kini terungkap pinjol yang meneror adalah mereka yang berkantor di Jakarta. 

Polisi melalui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap jaringan pinjol ilegal. 

Adapun polisi membenarkan seorang ibu rumah tanggal berinisial WPS (38) mengakhiri hidup karena lantaran tidak kuat diteror karena terlilit utang di 25 pinjol ilegal sekaligus. 

Dia ditemukan warga dalam kondisi meninggal tak wajar di rumahnya di Wonogiri, Jawa Tengah. 

"Yang kami ungkap, ini nyangkut ke peristiwa yang di Wonogiri, Jawa Tengah. Mungkin rekan-rekan sudah tahu ada ibu yang meninggal gantung diri," jelasnya. 

"Tim kami kemudian berangkat ke sana, kita explore, dari 23 pinjol nyangkut ke sini satu," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/10/2021). 

Helmy menjelaskan penyidik Polri menangkap setidaknya 7 orang tersangka yang diduga terlibat pinjol ilegal tersebut. 

Mereka ditangkap setelah penyidik menggerebek 5 wilayah di sekitar Jakarta. 

Rinciannya, Perumahan Taman Kencana Cengkareng Jakarta Barat, Perumahan Long Beach Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara, Green Bay Tower Pluit Penjaringan Jakarta Utara, Apartemen Taman Anggrek Jakarta Barat, dan Apartemen Laguna Pluit Penjaringan Jakarta Utara. 

Dijelaskan Helmy, ketujuh tersangka yang ditangkap memiliki peran berbeda-beda dalam pinjol ilegal tersebut. 

Namun, mayoritasnya bertugas sebagai operator desk collection. 

Helmy menerangkan desk collection merupakan operator yang betugas untuk menyebar SMS berisikan ancaman dan penistaan kepada peminjamnya. 

Mereka merupakan pihak ketiga yang dipekerjakan untuk sejumlah perusahaan pinjol lain. 

Adapun ketujuh tersangka yang ditangkap adalah RJ, JT, AY, HC, AL, VN, dan HH. Saat ini, Bareskrim sedang memburu satu Warga Negara Asing (WNA) berinisial ZJ yang diduga sebagai penyandang dana dari layanan penyebaran SMS ancaman tersebut. 

"Dari keterangan para tersangka yang sudah diamankan, diketahui bahwa ada seorang yang diduga sebagai warga negara asing yang sampai saat ini masih DPO dan dalam proses pencarian berinisial ZJ. Ini di alamatnya di daerah Tangerang. Sampai saat ini masih dalam pencarian," ungkapnya. 

Atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat pasal berlapis. Di antaranya Pasal 45B Jo Pasal 29 dan/atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) dan/atau Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3. 

Dan atau Pasal 45 ayat (4) Jo Pasal 27 ayat (4) dan/atau Pasal 51 ayat (1) Jo Pasal 35 Undang-Undang R.I. No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang R.I. No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 3.(tribunjateng.com)