Lagu ‘Aku Papua’ Dinyanyikan di Pembukaan PON XX, Pihak Keluarga Pencipta Adukan ke DJKI karena Tidak Minta Izin

Infomenia.net -  Lagu Aku Papua milik mendiang Franky Sahilatua yang dinyanyikan saat upacara pembukaan Pekan Olahrga (PON) XX di Papua mend...


Infomenia.net - 
Lagu Aku Papua milik mendiang Franky Sahilatua yang dinyanyikan saat upacara pembukaan Pekan Olahrga (PON) XX di Papua mendapat kecaman. Pihak keluarga tidak berterima, karena dinyanyikan tanpa izin. 

Sang istri, Harwatiningrum merasa tidak terima karena dianggap belum meminta izin dengannya selaku ahli waris. 

Oleh karena itu, Antiq bersama kuasa hukumnya Igor Renjana kemudian melakukan pengaduan pelanggaran hak cipta ke Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI) pada 10 Oktober 2021. 

“(Lagu) Aku Papua itu dipembukaan PON nggak ada izin dari ahli waris Franky. Ya kita lagi laporin ke DJKI,” ujar Igor Renjana, Sabtu 16 Oktober 2021. 

Igor Renjana mengaku, telah melihat aksi panggung Edo Kondologit dan Nowela Idol saat menyanyikan lagu Aku Papua di YouTube milik Sekretariat Presiden. 

Lebih lanjut, Igor Renjana menegaskan bahwa saat ini terlapor masih berstatus dalam lidik. Pihak mereka belum tahu pasti pihak yang bertanggung jawab atas hal ini dan menyerahkannya langsung ke pihak DJKI. 

“Jadi di situ disebutkan terlapornya itu dalam lidik. Nah dalam lidik itu berarti masih saya serahkan sama penyidik. Nanti siapa yang bertanggung jawab. Karena kita melihatnya itu kan di channel YouTube Sekretariat Presiden,” jelas Igor Renjana. 

Lebih lanjut Igor Renjana mengatakan, “Di situ saya nggak tau, apakah EO nya (yang dapat jadi terlapor) apakah Kemenpora, atau dari kepala staff kepresidenan yang menggunakan channel YouTube itu. Pokoknya kita lihat dari segi komersilnya aja,” tegas Igor Renjana lagi dilansir dari DetikCom. 

Dalam hal ini, Igor Renjana menjelaskan bahwa seharusnya pihak penyelenggara meminta izin untuk menyanyikan lagu ‘Aku Papua’ pada keluarga Franky Sihilatua. 

“Harusnya izin aja, itu tergantung sih ya bentuk izinnya itu bisa royalti atau hanya izin lisan,” tutur Igor Renjana. 

Igor Renjana juga menegaskan bahwa keluarga Franky Sihilatua merugi perihal royalti. Mereka percaya pada acara pembukaan PON XX Papua pasti mendapatkan hak ekonomis bagi setiap musisi yang lagunya ditampilkan di sana. 

Selain itu, seharusnya juga adanya apresiasi yang didapatkan keluarga Franky Sihilatua. 

“Jadi menurut saya, kerugian ya jelas rugi lah ya itukan pasti ada hak dan nilai ekonomisnya lagu itu,” tuturnya. 

“Ya jelas hasil karya ya harusnya diapresiasi,” sambung Igor Renjana. 

Aduan Harwatiningrum ini terdaftar pada nomor EC65F48 di DJKI. Ia mengadukan hal ini dengan menyertakan Pasal 113 Ayat 3 Undang Undang tentang hak cipta.

Pada 18 Oktober 2021 pukul 14.00 WIB nanti, Harwatiningrum sebagai pelapor didampingi Igor Renjana akan memyambangi DJKI untuk dimintai klarifikasi atas aduannya tersebut.(terkini.id)