Kronologi Kasus Dugaan Ayah Perkosa 3 Anak Luwu Disetop

Infomenia.net -   Penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan seorang bapak terhadap ketiga anaknya yang terjadi di Kecamatan Malili, Kabupaten Lu...


Infomenia.net - 
Penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan seorang bapak terhadap ketiga anaknya yang terjadi di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Oktober 2019 silam, telah dihentikan kepolisian karena dianggap tidak cukup bukti.

SA dilaporkan oleh mantan istrinya, RA setelah diduga mencabuli anak kandungnya sendiri yang kala itu masih berusia di bawa 10 tahun. Pengungkapan kasus itu bermula setelah RA melihat perubahan pada kondisi anaknya.

Kecurigaan ibu korban pertama kali ketika melihat kondisi anak sulungnya, AL berubah menjadi sosok yang pendiam dan tertutup.

"Kadang dia (AL) tiba-tiba kadang langsung masuk kamar. Dia juga jarang lagi main-main sama adiknya dua orang. Saya juga bawah matanya (selaput) hitam. Kan tidak mungkin kalau dia kurang tidur karena dia masih sekolah," kata RA, Kamis (7/10).

Pada 7 Oktober 2019, kala itu anak bungsunya AZ juga mengeluhkan kondisi alat vital dan duburnya sakit. Sehingga RA yang penasaran lantas memeriksa fisik anaknya. Saat diperiksa, ibu korban akhirnya menemukan kelainan sebagaimana yang dilaporkan oleh sang anak.

"Saya langsung kumpulkan semua ini ketiga anak saya. Saya suruh cerita tapi mereka hanya diam. Akhirnya anak kedua saya yang laki-laki, MR, cerita kalau pernah lihat kakaknya dikasih begitu sama ayahnya," jelasnya.

Dari keterangan itu, RA melaporkan mantan suaminya, SA ke Mapolres Luwu Timur untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

Akan tetapi, penyelidikan kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh ayah korban hanya berjalan selama dua bulan di Mapolres Luwu Timur hingga dihentikan oleh penyidik dengan alasan tidak ada bukti tindak pidana asusila seperti yang dilaporkan oleh ibu korban.

Sebelumnya, Kapolres Luwu Timur, AKBP Silvester MM Simamora mengatakan, bahwa kasus itu telah lama dihentikan oleh penyidik.

"Saat itu tidak ada ditemukan bukti adanya tindak pidana yang sebagaimana dilaporkan," kata Silvester kepada CNNIndonesia.com.

Silvester menjelaskan bahwa penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mantan suaminya sebagai terlapor. Kemudian melakukan visum kedua di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dengan didampingi ibu korban.

"Hasilnya pada tubuh ketiga anak pelapor tersebut tidak ditemukan kelainan pada alat kelamin atau pun dubur (anus)," jelasnya.

Berdasarkan hasil assessment di P2TP2A Kabupaten Luwu Timur, kata Silvester, tidak ditemukan adanya tanda-tanda trauma pada ketiga anak pelapor kepada ayahnya.

"Karena saat terlapor datang ke kantor P2TP2A ketiga anaknya langsung menghampiri dan duduk ke pangkuan ayahnya, sehingga penyidik melaksanakan gelar perkara di Polres Luwu Timur dan di Polda Sulsel dengan hasil menghentikan proses penyelidikan pengaduan tersebut, dengan alasan tidak ditemukan bukti yang cukup sebagaimana yang dilaporkan," pungkasnya.(cnnindonesia.com)