Jangan Ketinggalan, Berikut Fenomena Hujan Meteor yang Dapat Disaksikan dengan Mata Telanjang

Infomenia.net - S epanjang Oktober 2021, ada fenomena hujan meteor yang berlangsung. Tercatat, ada tiga hujan meteor yang terjadi di pekan k...


Infomenia.net - S
epanjang Oktober 2021, ada fenomena hujan meteor yang berlangsung. Tercatat, ada tiga hujan meteor yang terjadi di pekan kedua Oktober 2021 ini. 

Hujan meteor yang terjadi minggu ini bakal berlangsung hingga 10 meteor per jam. Fenomena ini dinamai hujan meteor draconid. Berikut deretan fenomena hujan meteor pada 8 hingga 11 Oktober 2021, dilansir dari CNN Indonesia. 

Hujan meteor draconid aktif sejak 6 hingga 10 Oktober 2021. Namun demikian puncak hujan meteor itu terjadi pada 8 Oktober pukul 16.00 WIB/17.00 WITA/18.00 WIT

Lebih lanjut Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN-BRIN) menyebut fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang, tanpa menggunakan alat bantu pantauan benda langit atau teropong.

Hujan meteor draconid berasal dari sisa debu komet 21P/Giacobini-Zinner yang mengorbit Matahari setiap 6,6 tahun sekali. Dengan begitu, hujan meteor ini juga dikenal dengan nama Giancobinid.

Sedangkan dikutip dari Langit Selatan, puncak hujan meteor draconid yang terjadi 8 Oktober itu memiliki intensitas meteor hingga 10 meteor per jam. Nama draconid diambil berdasarkan titik radian yang terletak di konstelasi draco.

2. Hujan meteor Taurid Selatan 

Fenomena hujan meteor pada minggu kedua Oktober selanjutnya adalah hujan meteor Taurid Selatan. Fenomena itu berlangsung sejak 10 September hingga 20 November 2021. Namun puncak fenomena terjadi pada tanggal 10 Oktober dari arah rasi bintang Taurus.

Hujan meteor Taurid Selatan memiliki intensitas 5 meteor per jam, dengan kecepatan laju 28 kilometer per detik. Menariknya, hujan meteor Taurid ini berbentuk layaknya bola api yang terbang di langit.

Anda dapat mengamati fenomena ini setelah Matahari terbenam, saat rasi Taurus terbit di arah timur, hingga menjelang fajar saat rasi ini akan terbenam di barat. Hujan meteor Taurid ini berasal dari butiran debu Asteroid 2004 TG10 dan sisa debu Komet 2P Encke.

3. Hujan meteor Delta Aurigid

Fenomena hujan meteor Delta Aurigid terjadi pada 10 hingga 18 Oktober 2021. Namun puncak hujan meteor terjadi pada 11 Oktober, dengan intensitas 3 meteor per jam dengan kecepatan 64 kilometer per detik.

Hujan meteor itu datang dari arah rasi bintang Auriga. Namun masih belum diketahui asal hujan meteor Delta Aurigid itu.

Masyarakat dapat menyaksikan hujan meteor Delta Aurigid dari rasi Auriga berada di atas horison mulai pukul 23:09 WIB hingga fajar menyingsing. Fenomena Bulan perbani awal yang terbenam tengah malah disebut tak akan menjadi polusi cahaya alami mulai tengah malam hingga fajar menyingsing.(terkini.id)