Insya Allah Novel Bamukmin jadi Cawapres Prabowo dan Anies di Pilpres 2024

Infomenia.net -  Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA 212) Novel Bamukmin, mengaku siap untuk ikut serta dalam konte...



Infomenia.net - 
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA 212) Novel Bamukmin, mengaku siap untuk ikut serta dalam kontestasi pesta politik Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Novel menyatakan bahwa dirinya siap sedia dan serius untuk maju menjadi calon wakil presiden (Cawapres) Republik Indonesia jika nantinya syarat yang dimiliki sudah terpenuhi.

“Setiap warga negara indonesia punya hak memilih dan dipilih, termasuk saya pun Insya Allah serius untuk maju sebagai Cawapres nanti tentunya dengan terpenuhi syarat-syaratnya,” ujar Novel mengutip Tribun pada Selasa, 12 Oktober 2021.


Kendati begitu, anggota kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS) ini menegaskan, hingga sekarang ini PA 212 masih belum menentukan sikap untuk mendukung siapa dalam Pilpres nantinya.

Hal itu lantaran, kata Novel, sebelum menentukan dukungan, pihaknya dan sejumlah tokoh PA 212 harus mengadakan ijtima terlebih dahulu. Termasuk salah satunya untuk mempertimbangkan dirinya untuk maju sebagai Cawapres.

“Termasuk saya juga nanti dipertimbangkan layak atau tidaknya untuk dipilih sebagai cawapres dari perwakilan komponen 212,” bebernya.

Nantinya apabila dinilai layak untuk maju sebagai Cawapres, mantan Sekjen DPD FPI Jakarta itu bukan tidak mungkin akan dipasangkan dengan politisi lainnya. Adapun beberapa sosok politisi yang disebut yakni Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Kalau saya layak dan memenuhi syarat dari hasil ijtima ulama, nanti tahun 2023 atau 2024 maka saya bisa saja saya berpasangan dengan Prabowo atau Anies Baswedan atau dengan yang lainnya,” ucapnya.
.
Ketika ditanya lebih lanjut soal dukungan pihaknya kepada Prabowo seperti yang dilakukan pada Pilpres 2019 lalu, Novel menyebut PA 212 belum mau mengambil sikap terlalu cepat. Terlebih kata dia, kondisi politik akan terus dinamis dan bergejolak.

Siapapun pihak yang bakal didukungnya, tentu perlu melaksanakan ijtima atau musyawarah untuk menentukan sosok yang layak diusung.

“Namun untuk PA 212 untuk menentukan sikap saat ini tentunya masih terlalu dini karna spekulasi politik masih terus bergolak dan pada waktunya nanti segenap komponen 212 insyaAllah akan mengadakan ijtima ulama,” imbuhnya.(hops.id)