Hamil 4 Bulan, Seorang Janda Laporkan Polisi Beristri ke Propam Polda Jatim

Infomenia.net -  Seorang polisi yang berdinas di Polres Trenggalek dilaporkan seorang perempuan ke Propam Polda Jatim. Ia dilaporkan karena ...


Infomenia.net - 
Seorang polisi yang berdinas di Polres Trenggalek dilaporkan seorang perempuan ke Propam Polda Jatim. Ia dilaporkan karena dituding tak mau bertanggungjawab atas kehamilan seorang janda 2 anak yang dipacarinya selama 7 bulan. 

Perempuan berinisial AT ini diketahui melaporkan seorang polisi berinisial ABS. ABS yang diketahui berpangkat Bripka dan berdinas di Satlantas Polres Trenggalek itu, disebut AT sebagai ayah dari janin berumur 4 bulan yang kini dikandungnya.    

AT menyebut, dirinya mengenal ABS sudah sejak satu tahun setengah yang lalu. Janda dari seorang polisi yang juga berdinas di Polres Trenggalek itu mengaku, ia baru berpacaran dengan ABS selama 7 bulan, tepatnya pada Maret lalu. 

"Maret 2021, hati saya luluh setelah didekati terus menerus. Kedekatan kami sudah seperti suami istri. Bahkan, setiap kali berantem dengan istrinya, dia selalu datang ke rumah saya," ujarnya, Jumat (22/10). 

Ia menambahkan, bujuk rayu ABS kerap kali membuainya. Hampir setiap hari ABS tak pernah melewatkan kesempatan untuk bertemu di rumahnya. 

"Bahkan kalau waktunya piket jaga malam, dia menghilang dan pulang ke rumah saya. Katanya tidak betah kalau tidak melihat saya. Hingga akhirnya saya hamil," ujar dia. 

Kehamilan ini pun, lantas diutarakannya pada Bripka ABS. Awalnya, Bripka ABS berupaya menenangkannya. Namun, ia terkejut saat Bripka ABS menawarkan sebuah pilihan, yakni mengugurkan janin yang tengah dikandungnya tersebut. 

"Dia menawarkan untuk membelikan obat penggugur kandungan, dengan alasan ia belum siap dan masih memiliki istri yang sah. Dia terus merayu dan saya terus menolaknya," cerita dia. 

Akibat penolakan itu, Bripka ABS mulai tak lagi kelihatan batang hidungnya. Ia bahkan sulit menghubungi Bripka ABS untuk dimintai pertanggungjawaban. Hingga akhirnya, ia pun berupaya melaporkan kelakuan Bripka ABS ke Polres Trenggalek. 

"Dia (ABS) selalu mengelak dan banyak alasan ketika saya mintai pertanggungjawaban. Hingga akhirnya saya memberanikan diri lapor ke Polres (Trenggalek)," tukasnya. 

Pada laporan pertama, ia sempat dimediasi oleh Polres. Hasilnya, Bripka ABS mau bertanggungjawab dengan menikahinya. Hal itu pun tertuang dalam sebuah surat pernyataan yang di tandatangani oleh Bripka ABS. 

"Dalam surat pernyataan itu, dia (ABS) menyatakan mau bertanggung jawab menikahi siri saya dan sudah membuat surat pernyataan dan berani dipecat dari kedinasan jika dia ingkar janji," tegasnya. 

Janji Bripka ABS rupanya tinggal janji. Karena tak kunjung ada kejelasan, ia pun memutuskan yang bersangkutan ke Propam Polda Jatim. Bukan tanpa alasan, laporannya ke Propam Polres Trenggalek untuk kedua kalinya, tak mendapatkan respon yang serius. 

"Saya sudah pernah diperiksa di Polres (Trenggalek) tapi tak pernah ada kejelasan. Untuk itu, saya akhirnya lapor ke Propam Polda Jatim," tandasnya. 

Laporan ke Propam Polda Jatim ini pun tertuang dalam surat tanda penerimaan laporan dengan nomor STPL/81/X/21/yanduan. 

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyatakan, laporan itu telah diterima dan akan didalami terlebih dahulu oleh Bidpropam Polda Jatim. 

"Didalami (Propam) lebih dulu ya. Nanti saya akan cek juga ke Polres Trenggalek," ujarnya.(merdeka.com)