Bela Anies, Pasha Ungu Kena Skakmat Giring

Infomenia.net -  Pelaksana tugas Ketua Umum PSI, Giring Ganesha membalas kritikan Sigit Purnomo atau Pasha Ungu. Vokalis Ungu itu memermasal...


Infomenia.net - 
Pelaksana tugas Ketua Umum PSI, Giring Ganesha membalas kritikan Sigit Purnomo atau Pasha Ungu. Vokalis Ungu itu memermasalahkan ucapan Giring soal Anies Baswedan pembohong, terlalu terdensius. Nah Giring menjawab kritikan Pasha itu dengan tulisan. Giring menunjukkan bukti Gubernur Anies lebih pilih hura-hura dibanding mikirkan penanganan banjir DKI Jakarta.

Giring berpendapat kritikan Pasha kepadanya bukan pertama kalinya. Giring menganggap kritikan itu sebagai dialektika politik.

Mana komitmen penanganan banjirnya

Nah dalam tulisan jawaban ke Pasha, Giring mengatakan untuk menilai kinerja Gubernur Anies cukup dengan mengevaluasi apa yang dikerjakan Anies selama ini.
 
Plt Ketum PSI Giring Ganesha


Giring menyoroti Anies tidak komitmen dalam menormalisasi sungai di Jakarta. Ini penting untuk mengurangi dampak banjir Ibu Kota. Dalam bahasa Anies, dia menyatakan bulan normalisasi tapi naturalisasi.

Kebijakan Anies lebih menitikberatkan pada pembangunan sumur resapan. Tapi, tulis Giring, ternyata target pembangunan sumur resapan yang aslinya 1,8 juta sumur malah direvisi jadi 40 ribu sumur resapan pada akhir 2021.

Nah selanjutnya Giring kemudian menjelaskan kepada Bro Pasha soal Anies malah lebih prioritaskan acara hura-hura berupa Formula E dibanding alokasikan anggaran DKI Jakarta untuk penanganan banjir.

“Yang paling mengecewakan bagi saya adalah Gubernur Anies ternyata lebih memprioritaskan hal lain dibandingkan pencegahan banjir. Pada tahun anggaran 2020, Pemprov DKI tidak mau menyediakan anggaran sebanyak 160 miliar untuk melakukan pembebasan 118 lahan kali ciliwung. Pembebasan ini semestinya sudah dilakukan sehingga normaliasi kali ciliwung sudah berjalan dan dapat mengurangi dampak banjir,” tulis Giring dikutip Kamis 30 September 2021.

Anies hura-hura

Alasan pemprov DKI melakukan pemotongan anggaran tersebut karena anggara DKI mengalami defisit. Namun sayangnya, tulis Gurung, meski defisit Gubernur Anies lebih memilih membayar commitment fee balapan Formula E senilai kurang lebih Rp500 Miliar dan potensi merugi sebesar Rp1,3 triliun.

Jadi, tulis Girinf, jelas alasan membatalkan pembebasan lahan ciliwung karena anggaran defisit adalah mengada-ada. Gubenrur Anies justru menganggarkan hampir 1 Triliun untuk kommitmen fee balap Formula E yang tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga jakarta tersebut.

Gubernur Anies Baswedan


“Anies lebih memilih mengadakan event hura-hura dibandingkan menyelesaikan persoalan banjir yang terbukti menyengsarakan warganya dari tahun ke tahun. Jadi dimana keberpihakan yang ketika menjelang pemilihan Gubernur dulu mas Anies dengung-dengungkan itu ?” tanya Giring.(hops.id)