Gaji Karyawan Pinjol Ilegal Terungkap Usai Kantornya Digerebek Polisi

Infomenia.net -  Penggere bekan sejumlah kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di Jakarta, Tangerang hingga Sleman, menguak fakta lain soal...


Infomenia.net - 
Penggerebekan sejumlah kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di Jakarta, Tangerang hingga Sleman, menguak fakta lain soal rentenir gaya baru ini. Salah satunya menyangkut gaji karyawan pinjol itu sendiri.

Seperti diketahui, jajaran kepolisian tengah gencar melakukan penindakan terhadap keberadaan pinjol ilegal yang menjamur. Arahan tegas Presiden Joko Widodo untuk menindak pinjol yang mencekik masyarakat ditindaklanjuti dengan serius oleh jajaran kepolisian.

Kurang dari sepekan terakhir ini, jajaran kepolisian telah mengamankan ratusan orang karyawan pinjol ilegal di beberapa tempat. Bareskrim Polri sendiri mengungkap adanya 371 laporan terkait jaringan pinjol ilegal.

Dari pengungkapan kasus pinjol ilegal ini, terungkap besaran gaji para karyawan. Ada yang gajinya memprihatinkan, tetapi ada juga yang terbilang fantastis.

Berikut rangkuman detikcom terkait gaji karyawan pinjol di beberapa lokasi:

Gaji Fantastis Karyawan Pinjol Jaringan Jakarta-Tangerang
Bareskrim Polri menangkap 7 karyawan pinjol ilegal jaringan Jakarta-Tangerang. Tujuh karyawan pinjol ilegal ini mendapatkan gaji yang cukup fantastis, mencapai Rp 20 juta per bulan.

"(Gaji berkisar) di antara Rp 15 sampai Rp 20 juta per bulan," ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (15/10/2021).

Para tersangka ini tidak hanya bekerja untuk satu perusahaan pinjol ilegal, melainkan banyak perusahaan. Mereka sudah beraksi selama 1 tahun.

"Ada yang sudah 3 bulan, 6 bulan, variatif. Ada yang 1 tahun malah," imbuh Helmy.

Ketujuh tersangka ini berinisial RJ, JT, AY, HC, AL, VN, dan HH. Mereka memiliki peran sebagai operator SMS blasting dan desk collection atau menagih utang melalui dunia maya.

Mereka digerebek di markas pinjol di Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Apartemen Taman Anggrek, Apartemen Laguna Pluit, Apartemen Green Bay Pluit, dan 2 lokasi di Cengkareng, Jakarta Barat. Penangkapan berlangsung pada Selasa (12/10), sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Helmy mengungkapkan, biaya akomodasi para karyawan pinjol ini didanai oleh seorang WNA berinisial ZJ. Saat ini ZJ masih dalam perburuan polisi.

Gaji Karyawan Pinjol di Tangerang di Bawah UMR

Berbeda dengan karyawan pinjol yang ditangkap oleh Bareskrim, karyawan pinjol di Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang. justru mendapatkan gaji di bawah upah minimum regional (UMR) Kota Tangerang.

Liswati, ibu dari Ade Afifah yang bekerja di PT Indo Tekno Nusantara ini mengungkapkan anaknya mendapat gaji dari kantornya sebesar Rp 1,4 juta per bulan. Ade Afifah juga disebut bekerja hampir 11 jam setiap harinya.

"Anak saya nangis juga terkait jam kerjanya, kata dia kerja dari pukul 08.30 WIB sampai pukul 19.00 WIB tapi kok aku gajian segini doang," kata Liswati di Tangerang, Kamis (15/10/2021).

Menurut Liswati, anaknya yang bekerja sebagai telemarketing PT ITN itu digaji Rp 1,4 juta per bulan. Setiap bulan ia tidak menyisihkan uang karena hampir separuh gajinya habis untuk bayar kontrakan sebesar Rp 800 ribu.

"Nggak bisa bayar kontrakan rumah. Saya minta untuk sabar, eh dilanjut sama dia kerjanya sampai sekarang," ujarnya.

Liswati mengatakan anaknya menerima bekerja di perusahaan pinjol walau upah di bawah UMR karena sudah menganggur sejak Lebaran Idul Fitri lalu. Ade Afifah sendiri bekerja sejak 7 September 2021.

Liswati mengaku dialah yang mencarikan pekerjaan untuk anaknya. Sebelumnya, Ade Afifah ingin bekerja di Bekasi tapi tidak diizinkan Liswati.

"Saya pagi-pagi cari lowongan pekerjaan awalnya di sini tutup. Setelahnya, ada yang mengabarkan lagi udah buka terus daftar di sini sebagai telemarketing. Di-training dulu sebelum bekerja di sini," tambah Liswati

PT Indo Tekno Nusantara adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penagihan pinjol. Kantor tersebut digerebek jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Kamis (14/10) lalu.

Dari lokasi tersebut polisi mengamankan 32 karyawan pinjol. Tiga orang jadi tersangka, salah satunya adalah Direktur PT Indo Tekno Nusantara yang berinisial P.

Gaji Karyawan Pinjol di Sleman Setara UMR

Sementara itu, gaji karyawan pinjol di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setara dengan upah minimum regional (UMR) Yogyakarta. Tetapi, beberapa di antaranya ada yang belum menerima gaji.

"Gajinya UMR Yogya. Ada yang saya tanya gajinya berapa, ada yang bilang Rp 2,1 (juta) ada yang belum gajian," kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto, kepada wartawan di Mapolda DIY, Jumat (15/10/2021).

Yuli menyebut karyawan pinjol ilegal itu tak semuanya berasal dari Yogyakarta. Sebagian berasal dari luar Yogyakarta, bahkan luar Jawa.

"Karyawannya ada yang baru dua hari (kerja), ada yang sudah satu bulan," terangnya.

"Mereka (tugasnya) menagih, mengingatkan seperti itu. Kalau yang lain saya belum tahu," kata Yuli.

Adapun, kantor pinjol di Sleman ini berlokasi di Jl Prof Herman Yohanes, Samirono, Caturtunggal, Kecamatan Depok. Polda Jawa Barat dan Polda DIY mengamankan 83 orang dari kantor pinjol itu.(detiknews.com)