Fadli Zon: Teroris Itu Tidak Ada, Hanya Dibuat-buat

Infomenia.net -  Politisi Partai Gerindra Fadli Zon membuat pernyataan kontroversial dengan meminta Densus 88 untuk dibubarkan.  Menurut Fad...


Infomenia.net - 
Politisi Partai Gerindra Fadli Zon membuat pernyataan kontroversial dengan meminta Densus 88 untuk dibubarkan. 

Menurut Fadli Zon selama ini teroris yang ada di Indonesia hanya mengada-ngada. Disamping itu pria asal Sumatera Barat tersebut menilai Densus 88 bertindak di luar batas dan kewajaran. 

Pernyataan Fadli Zon tersebut tentu menimbulkan berbagai kritik dari masyarakat. 

Selain itu, narasi war on terror yang mencuat karena insiden 9-11 di Gedung World Trade Center (WTC) sudah tak lagi relevan di masa kini, terlebih sejak adanya perdamaian antara Amerika Serikat dengan Taliban. 

Fadli Zon menegaskan bahwa tak ada lagi terorisme di Indonesia, dan menganggap isu terorisme sudah tak relevan di zaman sekarang. 

Fadli Zon menuding isu teroris selama ini hanya menyudutkan umat Islam dan ada aktor dibalik itu semua. 

Fadli Zon 
“Terorisme itu tidak ada, terorisme itu kebanyakan dibikin-bikin, dibuat-buat, difabrikasi,” kata Fadli Zon seperti dikutip dari kanal YouTube tvOneNews Rabu (13/10/2021). 

Fadli Zon juga menegaskan bahwa tidak ada istilah intoleran dalam kamus ajaran Islam maupun di kalangan umat Islam. 

Dia juga mengatakan, umat Islam merupakan umat yang sangat toleran terhadap segala perbedaan yang ada di dunia, termasuk perbedaan agama dalam kehidupan bermasyarakat. 

“Tidak ada di dalam Islam itu intoleran, semuanya sangat toleran,” ujarnya. 

Fadli Zon juga berharap agar isu terorisme tak dihembuskan secara terus-menerus karena dianggap menyudutkan pihak-pihak yang tak terlibat di dalamnya. 

Dia juga mengatakan, umat Islam hampir selalu menjadi sasaran dalam isu terorisme serta meminta Densus 88 segera dibubarkan karena dianggap berbahaya bagi persatuan dan kesatuan nasional. 

“Yang selalu menjadi sasaran hampir 100 persen adalah umat Islam. Ini sangat merugikan menurut saya bagi persatuan dan kesatuan nasional yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa,” tuturnya. (abadkini.com)