Diduga Rendahkan Bendera Negara di Thomas Cup, Frihardo dan Banua Laporkan PBSI Ke Bereskrim Polri

Infomenia.net -   Praktisi hukum Frihardo Pasaribu SH dan Banua Sanjaya Hasibuan SH MH meminta Polri untuk memeriksa Pengurus Persatuan Bulu...


Infomenia.net - 
Praktisi hukum Frihardo Pasaribu SH dan Banua Sanjaya Hasibuan SH MH meminta Polri untuk memeriksa Pengurus Persatuan Bulu Tangkis Indonesia ( PBSI ) dan juga Para Atlet Bulu Tangkis Turnamen Piala Thomas (Thomas Cup) tahun 2020 yang diselenggarakan di Negara Denmark terkait adanya dugaan merendahkan kehormatan bendera Negara.Hal itu disampaikan Advokat Frihardo Pasaribu SH bersama kuasa hukumnya Banua Sanjaya Hasibuan SH MH yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Mahkamah Keadilan dalam siaran persnya, Kamis (28/10/2021).

Dari keterangan Banua, pihaknya telah menyerahkan surat pengaduan kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ( Kapolri ) dengan delik aduan untuk segera memeriksa para pengurus Persatuan Bulu Tangkis Republik Indonesia ( PBSI ) dan para Atlet Bulu Tangkis yang mengikuti turnamen Piala Thomas tahun 2020 di Negara Denmark sekitar pertengahan Oktober ini.

"Kita adukan karena ada dugaan merendahkan kehormatan bendera Negara berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009, tentang bendera, bahasa, lambang Negara dan lagu Kebangsaan,"kata Banua.

Dikatakannya, bahwa Turnamen Bulu Tangkis Thomas Cup tahun 2020 di Negara Denmark sudah berakhir dan Indonesia berhasil memenangkan kejuaraan tersebut.

"Namun sangat di sayangkan dan sangat mengecewakan. Bagi saya sebagai warga Negara Indonesia, mengapa pada saat Lagu Indonesia Berkumandang namun di iringi berkibarnya bendera Persatuan Bulu Tangkis Indonesia ( PBSI )?? tanpa adanya ijin dari Panglima Tertinggi Republik Indonesia yaitu Bapak Presiden Republik Indonesia. Memang benar, Indonesia lagi kena sangsi dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA), karena dinyatakan tidak mematuhi regulasi pelaporan tes doping rutin,"ungkap Banua.

Dimana katanya, salah satu sangsi tersebut atlet dari Indonesia masih diizinkan mengikuti kejuaraan regional, kontinental dan dunia. Namun tidak diperbolehkan mengibarkan bendera Nasional selain di Olimpiade.

Senada, menurut Frihardo Pasar ribu selaku Advokat memebanrkan, bahwa Badan Anti-Doping Dunia (WADA) memberikan sangsi kepada Negara Indonesia yakni, tidak boleh mengibarkan Bendera Merah Putih di even olahraga tersebut.

"Apa dasar dan hak Pengurus Bulu Tangkis Indonesia ( PBSI ) dan para Atlet Bulu Tangkis Indonesia yang menjuarai Piala Thomas tahun 2020 menaikkan bendera PBSI dii iringi dengan Lagu Indonesia Raya saat itu?,"kata Frihardo.

Sebab menurut Frihardo, didalam Undang-Undang nomor 24 tahun 2009 tidak ada yang mengatur dan tidak ada juga pasal-pasal yang mengatur kalau bendera Persatuan Bulu Tangkis Indonesia ( PBSI ) atau bendera bendera yang lain nya dapat berkibar di kancah Nasional maupun Internasional sekaligus di iringi dengan Lagu Indonesia Raya.

"Hal ini sudah sangat jelas sekali menodai dan tidak menghormati perjuangan para Pahlawan yang sudah berkorban dengan pertumpahan dara dalam merebutkan hari kemerdekaan dari tangan para penjajah selama 350 tahun dari Kerajaan Belanda dan 3,5 tahun dari Negara Jepang," ungkap Frihardo Pasaribu SH.

Kemudian dari pengakuan kedua praktisi hukum ini, adapun dari hasil pengaduan dan laporan mereka di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia yang sudah di terima di bagian Pusat Pengaduan dan Laporan ( Sekum ) bisa secepatnya ditindak lanjuti oleh Kapolri dan jajaran nya.

Untuk diketahui, Banua Sanjaya Hasibuan SH, MH sebagai Kuasa Hukum Frihardo Pasaribu berdasarkan kuasa, meminta dengan segala hormat kepada Kapolri beserta jajaran nya untuk dapat memanggil para pengurus persatuan bulu tangkis Indonesia ( PBSI ) dan para Atlet Bulu Tangkis yang mengikuti Turnamen Piala Thomas tahun 2020 di Negara Denmark untuk dapat di minta keterangannya berdasarkan surat pangaduan atau laporan klien sesuai tanda terima tertanggal 25 Oktober 2021.(metro-online.co)