Diduga Masukkan Jari ke Organ Intim Pasien, Dokter Dituntut 4 Tahun Penjara

Infomenia.net -  Seorang dokter pria berinisial H kini sedang menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur. Jaksa Penuntut Um...


Infomenia.net - 
Seorang dokter pria berinisial H kini sedang menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur mendakwanya melakukan dugaan pelecehan seksual di ruang pemeriksaan terhadap seorang gadis berumur 20 tahun yang menjadi pasiennya.

Atas perbuatannya itu, jaksa menuntut terdakwa dengan pidana empat tahun penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Harry Arfhan, Cherry Arida, dan M Iqbal Zakwan  pada persidangan di PN Idi, Aceh Timur, Rabu (6/10/2021) siang.

Persidangan itu diketuai Apriyanti MH yang juga Ketua PN Idi, didampingi dua hakim anggota: Tri Purnama dan Khalid. Terdakwa dihadirkan langsung mengikuti persidangan tersebut di PN Idi.

Jaksa meminta hakim untuk memutuskan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan cabul sebagaimana diatur dan diancam hukuman dalam dakwaan kesatu penuntut umum berdasarkan Pasal 294 ayat (2) ke-2 KUHPidana, dan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dan atau Pasal 79 huruf (b) Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

Jaksa lalu menuntut terdakwa dengan hukuman empat tahun penjara dikurangi selama terdakwa menjalani tahanan kota dan dengan perintah agar terdakwa segera ditahan.

Seusai mendengarkan tuntutan jaksa, terdakwa melalui penasihat hukumnya, menyatakan akan mengajukan nota pembelaan (pleidoi).

Majelis hakim melanjutkan persidangan ini pekan depan dengan agenda mendengarkan nota pembelaan terdakwa.

Himen korban tak utuh

Dugaan pelecehan seksual itu terjadi pada Selasa, 26 Juni 2020.

Ketika itu korban berinisial HM (20) bersama ibunya datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi tumor payudara yang dideritanya.

Setiba di rumah sakit, HM diperiksa di Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh seorang perawat.

Kemudian ia dibawa ke ruang rawat inap.

Tak lama berselang, HM dibawa ke ruang pemeriksaan menggunakan kursi roda.

Ketika Dokter H hendak memeriksa korban, alat yang digunakan ternyata tak berfungsi.

Dokter lalu menyuruh perawat pendampingnya untuk meninggalkan lokasi dan menutup tirai.

Pada saat itulah diduga terjadi pelecehan seksual.

Dokter H diduga memasukkan jarinya ke organ intim pasien.

Polisi merinci, H awalnya membuka celana dan celana dalam pasien hingga sebatas lutut.

Dokter itu kemudian diduga memasukkan salah satu jarinya ke organ intim pasien.

"Terlapor mengeluarkan jarinya dan mengambil gel lalu mengoleskan gel tersebut di kedua belah tangannya," kata Kasubbag Humas Polres Aceh Timur AKP Muhammad Nawawi.

H kemudian diduga kembali memasukkan salah satu jarinya ke organ intim pasien sambil tangan kirinya meremas kedua payudara pasien.

Pada saat itulah ia bicara soal benjolan seraya menanyakan kepada pasien apakah sering keputihan atau tidak.

"Akibat kejadian itu, korban trauma," jelas Nawawi.

Lalu, korban membuat laporan ke Polres Aceh Timur dengan laporan polisi bernomor: LP/64/Res.1.24./VI/2020/SPKT pada tanggal 8 Juni 2020.

Korban HM melaporkan kasus ini ke Mapolres Aceh Timur pada Senin, 8 Juni 2021, sekitar pukul 15.00 WIB. Dia melaporkan Dokter H atas dugaan pelecehan seksual.

Kemudian, berdasarkan hasil visum et repertum di RSUD Zubir Mahmud, dan telah dilakukan pemeriksaan terhadap korban HM, disimpulkan bahwa selaput dara (himen) korban kini tidak utuh lagi oleh karena benda tumpul.

Atas dasar itulah jaksa menuntut oknum dokter yang ringan tangan itu di PN Idi dengan hukuman empat tahun pidana kurungan. Kita tunggu pleidoi terdakwa Rabu depan.(prohaba.co.id)