Beberkan Kesalahan Jokowi Selama 7 Tahun Berkuasa, Mardani: Berat Sekali

Infomenia.net -  Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera membeberkan sejumlah kesalahan Presiden Jokowi selama 7 tahun b...


Infomenia.net - 
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera membeberkan sejumlah kesalahan Presiden Jokowi selama 7 tahun berkuasa memimpin Indonesia.

Menurut Mardani Ali Sera, dirinya merasa sangat tidak puas dengan kinerja Jokowi selama 7 tahun berkuasa.

Berdasarkan catatannya, memang selama 1,5 tahun belakangan ada beberapa hal yang harus dimaklumi dari Jokowi khususnya berkaitan dengan adanya pandemi.

Akan tetapi, kata Mardani, beberapa negara juga mencatat adanya recovery di sejumlah hal. Sebut saja mulai dari indeks demokrasi, pendidikan yang tak terdampak pandemi, sampai pada ekonomi sejumlah negara lain yang bisa tumbuh.

“Beberapa negara bisa recovery dengan cepat, kita berat sekali,” ujar Mardani.

Hal itu diungkapkan Mardani Ali Sera dalam wawancaranya yang tayang di program Catatan Demokrasi, seperti dilihat pada Jumat 22 Oktober 2021.

Lebih lanjut, Mardani juga mengomentari performa Presiden Jokowi terkait polemik di tubuh lembaga antirasuah KPK.

Menurutnya, 57 pegawai KPK yang selama ini mengharumkan nama bangsa kini justru harus berjualan nasi goreng atau martabak lantaran dipecat karena tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Padahal, menurut Mardani, sebelum mereka kena jegal TWK, KPK adalah institusi berkelas dunia di mana banyak negara yang belajar pada mereka, mulai dari penegak hukum Vietnam, Brasil, dan banyak negara lainnya.

“Sekarang sayang sekali, semua karena tes wawasan kebangsaan. Masa karena 2 jam tes menentukan puluhan tahun karir dan dedikasi mereka. Dan itu jadi catatan besar buat Jokowi,” jelasnya.

Mengutip Hops.id, Mardani Ali Sera juga menyoroti indeks demokrasi di masa kepemimpinan Presiden Jokowi yang kini berada di titik terendah sejak 14 tahun terakhir.

“Saya berharap ketika revisi UU ITE itu, tetapi banyak yang masih gunakan pasal karet itu untuk somasi dan lain sebagainya. Lalu untuk penegakan hukum, kasus Blitar, Solo, smackdown, ini juga jadi catatan besar,” ujarnya.(terkini.id)