Miris! Santri Penghafal Alquran Disindir Deddy Corbuzier Dan Diaz Hendropriyono, Balasan Yenny Wahid Menohok

Infomenia.net -  Deddy Corbuzier dan Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono ikut berkomentar nyinyir terhadap para santri penghafal Alquran...


Infomenia.net - 
Deddy Corbuzier dan Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono ikut berkomentar nyinyir terhadap para santri penghafal Alquran yang menutup telinga saat mendengar musik.


Rekaman video santri penghafal Alquran tersebut viral di media sosial sehingga memancing berbagai tanggapan warganet.

Diaz Hendropriyono menguggah video tersebut di Instagram dan menyindir santri penghafal Alquran.

Diaz mengaku kasihan, karena menurut dia, para santri itu mendapat pendidikan yang salah.


“Sementara itu. Kasihan dari kecil sudah diberikan pendidikan yang salah. There’s nothing wrong to have a bit of fun! (Nggak ada salahnya senang-senang sedikit),” tulis Diaz Hendropriyono.

Deddy Corbuzier kemudian ikut mengomentari unggahan tersebut.

Deddy beranggapan bahwa para santri itu mungkin sedang menggunakan airpod.

“Mungkin mereka lagi pakai airpod. Terganggu. Ye kan,” komen Deddy Corbuzier.

Tak heran, Netizen beramai-ramai mengecam Deddy Corbuzier dan Diaz Hendropriyono.

Jangan Cap Penghafal Alquran Radikal

Putri Presiden ke-4 RI Abdurachman Wahid alias Gus Dur, Zannuba Yenny Wahid merespon video yang diunggah oleh Diaz Hendropriyono.

Yenny Wahid pasang badan. Ia mengatakan dirinya senang melihat para santri dalam video itu.

Pertama, kata Yenny, para santri itu mau divaksin. Yang kedua, para santri menutup telinga karena mereka menjaga hafalan Alquran.

“Menghafal Quran bukan pekerjaan yang mudah. Kawan baik saya, Gus Fatir dari pesantren @ponpespi_alkenaniyah belajar menghafal Alquran sejak usia 5 tahun. Beliau mengatakan bahwa memang dibutuhkan suasana tenang dan hening agar lebih bisa berkonsentrasi dalam upaya menghafal Quran,” tulis Yenny Wahid di Instagram-nya, dikutip Rabu (15/9/2021).

Yenny mengatakan, para santri penghafal Alquran itu diminta untuk tidak mendengar musik karena sedang diprioritas untuk menghafal Alqur’an.

Yenny berharap, siapa pun jangan mudah memberikan cap radikal kepada mereka yang enggan mendengar musik.

“Jadi kalau anak-anak ini oleh gurunya diprioritaskan untuk fokus pada penghafalan Quran dan diminta untuk tidak mendengar musik, itu bukanlah indikator bahwa mereka radikal,” ucap Yenny.

Yenny meminta kepada semua pihak agar proporsional dalam menilai orang lain.

“Janganlah kita dengan gampang memberi cap seseorang itu radikal, seseorang itu kafir dll,” katanya.

Menurut Yenny, menyematkan label pada orang lain hanya akan membuat masyarakat terbelah.

“Mari kita belajar untuk lebih saling mengerti satu sama lain, dan itu bisa dimulai dengan memahami dan menerima bahwa nilai yang kita anut tidak perlu sama untuk bisa tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia,” ucapnya.

Yenny berpesan kepada para santri penghafal Alquran agar tetap semangat dalam menghafal kitab suci Alquran.

“Buat adik-adik ma’had tahfidz, semangat terus ya dalam upaya menghafal Al Quran. Semoga Allah SWT memberikan barokah berlimpah untuk kalian semua,” tanda Yenny sambil menandai akun Diaz Hendropriyono. (pojoksatu.id)