Sempat Hidup Sendiri di Luar Negeri Usai Tragedi Mei 98, Ini Kisah Sukses Merry Riana

Infomenia.net -  Perjalanan hidup Merry Riana dimulai setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia berencana untuk menempuh pendidikan di s...


Infomenia.net - 
Perjalanan hidup Merry Riana dimulai setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia berencana untuk menempuh pendidikan di salah satu universitas di Jakarta, namun rencananya harus kandas karena kerusuhan Mei 1998.

Secara cepat, orang tua Merry Riana langsung mengirimnya untuk menempuh pendidikan di Singapura. Hal itu dilakukan oleh kedua orang tuanya untuk menghindari gejolak ekonomi, politik, dan masyarakat yang terjadi pada saat itu.

Di negara tetangga, Merry Riana hidup sendirian dengan segala tantangan yang ada. Sekarang, ia dikenal sebagai seorang motivator sukses yang menginspirasi banyak orang.

Harus Bertanggung Jawab


Kisah masa mudanya itu diungkapkannya dalam video perbincangan bersama Denny yang diunggah di kanal Youtube Denny Sumargo pada beberapa hari yang lalu. Dalam kesempatan itu, Merry Riana juga bercerita tentang bagaimana ia bertahan sendiri di perantauan.

Pada saat itu ketika hidup di Singapura, Merry berpikir bahwa ia tidak ingin membebani orang tuanya. Walaupun segala kondisi finansialnya tidak baik, Merry Riana sama sekali tidak pernah mengeluh kepada orang tuanya.

"Jadi saya nggak pernah bilang ke orangtua bahwa, 'Ma, ternyata uangnya enggak cukup'," kata Merry Riana.

"Saya berusaha untuk, 'ya udah, this is my life. Saya harus bertanggung jawab. Saya harus kuat'," imbuhnya.

Keberanian

Setelah menjalani hidup dengan kondisi yang cukup sulit, Merry Riana mencoba untuk bangkit. Momen bangkitnya itu dimulai dari pemikirannya yang tidak ingin menyusahkan orang lain untuk mencapai kesuksesannya sendiri.

"Di situlah akhirnya muncul keberanian, 'oke ini adalah hidup saya. Kegagalan saya adalah tanggung jawab saya. Kesuksesan saya juga tanggung jawab saya'," jelasnya.

Tak Ingin Kasihani Diri

Banyak berbagai keputusan dalam hidup harus dipilih Merry Riana untuk bertahan hidup pada saat itu. Di Singapura, berbagai pekerjaan sambilan dilakukannya sembari belajar giat untuk tetap bertanggung jawab dengan beasiswanya.

"Itulah kenapa saya membuat keputusan, saya tidak mau lagi menyalahkan keadaan, enggak mau lagi mengasihani diri sendiri. Saya harus membuat sesuatu dalam hidup," ucapnya.(merdeka.com)