Penipu Artis Bermodus Utusan Khusus Jokowi Cetak Surat Palsu Mensesneg Sendiri

Infomenia.net -  Anggota Satreskrim Polres Metro Jakbar menangkap AH, seorang penipu yang mencatut Presiden Joko Widodo (Jokowi). Berdasarka...


Infomenia.net - 
Anggota Satreskrim Polres Metro Jakbar menangkap AH, seorang penipu yang mencatut Presiden Joko Widodo (Jokowi). Berdasarkan hasil pemeriksaan terungkap bahwa pelaku bukanlah seorang dokter. Selain itu, dokumen-dokumen negara dipastikan palsu.

"Kasus ini murni penipuan dan penggelapan. Ada upaya dari tersangka yang berhasil mencitrakan diri sebagai orang penting, ia mengaku orang kepercayaan atau utusan presiden," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibodo, Selasa (31/8).

Ady menerangkan, dokumen pendukung yang dibawa oleh pelaku saat berkenalan dengan para korban diakui pelaku dibuat sendiri.

"Ada beberapa dokumen seperti surat dari Menteri Sekretaris Negara, dokumen utusan khusus presiden sebagai anggota Sustainable Development Goals United Nations atau tim pembangunan berkelanjutan. Ini diakui semua palsu, pelaku buat sendiri," ucap dia.

Ady menerangkan, salah satu aktor bernama Fahri Azmi menjadi korban. Berawal dari pertemuan saat pesta ulang tahun pada Juni 2021. Saat itu kepada rekan Fahri Azmi, tersangka mengaku sebagai dokter spesialis hingga calon Menkes.

"Kenalan saling cerita kemudian yang bersangkutan mencitrakan diri sebagai orang penting," ujar dia.

Kemudian dari perkenalan itu, mereka berlanjut komunikasi. Pelaku dan korban sempat bertemu di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pelaku kemudian menyampaikan bahwa adiknya terkena kasus narkoba. Ia butuh uang sebesar Rp450 juta. Lantas korban percaya dan menyetorkan sejumlah uang. Saat itu pelaku sempat berjanji kepada korban untuk membayar. Namun, selalu ingkar.

Ady menyampaikan, AH ditangkap di rumah orangtuanya di daerah Palembang, Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, AH bukanlah seorang dokter. Ady menyebut, AH memang sempat mengenyam pendidikan kedokteran tapi tak tamat.

"Di KTP, dia adalah dokter padahal tidak punya kerjaan," ujar dia.

Ady mengaku sedang mendalami kasus penipuan. Tak menutup kemungkinan ada korban lain.

"Kami yakin ada korban lain," ujar dia.

Kepada penyidik, AH mengakui bahwa ia bukanlah seorang dokter. Selain itu AH, menjelaskan uang yang didapat dari hasil penipuan digunakan untuk jalan-jalan ke luar kota. "Buat jalan-jalan keluar kota," tutur AH.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dengan Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan atau penggelapan, dengan ancaman hukuman pidana penjara empat tahun.(merdeka.com)