Menantu Akidi Tio Bantah Utang Rp 2,3 Miliar ke dr Siti Mirza Nuria di Palembang

Infomenia.net -  Menantu Akidi Tio bantah utang Rp 2,3 miliar ke dr Siti Mirza Nuria di Palembang. Polemik terkait uang sumbangan Rp 2 trili...


Infomenia.net - 
Menantu Akidi Tio bantah utang Rp 2,3 miliar ke dr Siti Mirza Nuria di Palembang. Polemik terkait uang sumbangan Rp 2 triliun Akidi Tio masih berbuntut panjang. Menantu Akidi Tio, Rudi Sutadi membantah istrinya, Heriyanti memiliki utang bisnis sebesar Rp 2,3 miliar kepada dr Siti Mirza Nuria, dokter kandungan di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Rudi dengan tegas membantah istrinya memiliki hubungan bisnis dengan Mirza.

“Hoax,” tulis Rudi singkat saat dihubungi wartawan melalui pesan WhatsApp (WA) pada Jumat 6 Agustus 2021.

Sebelumnya, Mirza mengatakan Heriyanti memiliki utang Rp 2,3 miliar kepada dirinya setelah tidak memberikan bagi hasil keuntungan dalam berinvestasi pada usaha ekspedisi yang dijalankan anak bungsu Akidi Tio itu.

Rudi juga mengatakan, istrinya, Heriyanti tidak pernah memiliki hubungan bisnis sama sekali dengan Siti Mirza Nuria.

“Ya (tidak ada hubungan bisnis). Maaf saya sudah mau tidur,” tulis Rudi kembali, enggan dikonfirmasi lebih lanjut, seperti dilansir dari CNNIndonesia, Sabtu 7 Agustus 2021.

Seperti diketahui, Mirza merupakan teman dekat Heriyanti yang diungkap Dahlan Iskan dalam laman pribadinya. Ia menjadi salah satu korban tertipu bujuk rayu Heriyanti untuk memberikannya sejumlah uang bernominal besar dengan dalih investasi.

Menanggapi pernyataan tersebut, Mirza menganggap keluarga Heriyanti hanya ingin menghindar dari aduan yang dibuatnya. Saat ini, ia tengah berkonsultasi dengan pengacara untuk segera melayangkan laporan kepolisian secara resmi terkait tuntutan mengembalikan utang Rp 2,3 miliar itu.

“Kalau saya mau buat pengaduan, banyak sekali saksinya. Malahan ada orang bank, pengusaha jual-beli mobil, dan lain-lain. Ya, nanti tergantung pengacara saya saja,” beber Mirza.

Terkait Mirza yang enggan melaporkan Heriyanti, beberapa pertimbangan lantaran Heriyanti sering sakit-sakitan dan usahanya yang bangkrut menyebabkan tidak ada uang lagi untuk membayar utang tersebut.

Selain itu, Mirza mengakui Heriyanti pernah menjadi sahabat yang sangat dekat dengan dirinya.

“Ibarat memeras kelapa sudah enggak ada santannya, dia pasti enggak punya dana. Sia-sia. Sebenarnya dia orang baik, tapi mungkin dalam keadaan terjepit. Kasihan saya melihatnya. Cuma kalau inget janji bayar ‘mbesok-mbesok’-nya itu, sebel banget saya,” bebernya.

Mirza pun mengkhawatirkan bila pelaporan akan semakin merepotkan rutinitasnya. Oleh karena itu, bila pengacaranya menyarankan untuk melapor, ia akan memberi kuasa hukum untuk mengurus perkara tersebut.

“Saya sedang mempertimbangkan positif-negatifnya. Khawatir repotnya itu enggak kuat, sedangkan saya super sibuk. Satu hari 24 jam itu kurang,” paparnya.

Dokter spesialis kandungan yang sempat memiliki rumah sakit sendiri itu menjelaskan, sebulan lalu ia sempat memberikan somasi ke Heriyanti sebagai peringatan.

Namun, saat ia hendak melapor ke polisi tiba-tiba Heriyanti mengatakan warisannya di Singapura cair. Bahkan, Heriyanti mengaku akan menyumbang ke masyarakat Sumsel melalui Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Eko Indra Heri.

“Ya syukurlah pikir saya, sambil mikir alangkah banyaknya Rp 2 triliun. Tapi enggak sangka kok begini akhirnya. Barangkali ada yang harus diperiksa kejiwaan dia (Heriyanti). Tapi dia meyakinkan karena bilang mana mungkin saya kuat urus dana ini selama lima tahun kalau dananya tidak ada,” imbuh Siti Mirza.

Dugaan baik itu pun berdasarkan sosok Akidi Tio, yang dulunya memang pengusaha besar dan dihormati banyak orang. Seperti kebiasaan pengusaha keturunan Tionghoa sejak dulu, yang memiliki tabungan dengan nominal besar di luar negeri. Namun karena puluhan tahun tidak diurus, sulit mengambil kembali.

Siti Mirza juga yakin masih banyak orang yang tertipu aksi Heriyanti dengan modus yang sama. Akan tetapi, kebanyakan korban tersebut, sebut Mirza, enggan melapor lantaran urusan pelaporannya yang merepotkan.

Dalam waktu dekat, ia akan memutuskan untuk melaporkan dugaan penipuan tersebut melalui pengacaranya.

“Setelah didiskusikan nanti, baiknya bagaimana, nanti diputuskan untuk lapor atau tidak,” tegas Mirza.(terkini.id)