Emak-Emak Ngamuk di Bandara Kualanamu karena Hasil Tes PCR Positif COVID-19

Infomenia.net -  Belum lama ini tiga orang emak-emak mengamuk di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, lantaran hasil tes PCR mer...


Infomenia.net - 
Belum lama ini tiga orang emak-emak mengamuk di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, lantaran hasil tes PCR mereka menunjukkan hasil positif COVID-19. Bahkan, emak-emak itu sampai membentak-bentak petugas karena tidak percaya dengan hasil tes tersebut.

Di video yang diunggah di akun Instagram @masawan.real, emak-emak itu tampak sangat marah usai hasil PCR positif COVID-19. Sontak, emak-emak itupun protes lantaran mereka sangat yakin dalam keadaan sehat.

"Video yang menunjukkan beberapa orang emak-emak mengamuk di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut), viral. Emak-emak itu ngamuk karena hasil tes PCR Covid-19 yang dilakukan di bandara menunjukkan hasil positif," bunyi keterangan postingan tersebut.

Dari video itu terlihat dua orang emak-emak kaget lantaran hasil PCR mereka menunjukkan positif COVID-19. Mereka sontak marah hingga membentak petugas karena dianggap tidak jujur melakukan tes COVID-19.


Saking geramnya, seorang emak-emak yang merekam momen tersebut sampai mengajak orang agar tidak melakukan PCR di Bandara Kualanamu. Pasalnya, ia menganggap hasil tes bisa dipermainkan dan tidak jujur.

"Inilah, ya, ya. Bagi teman-teman kalau yang ada di Medan jangan mau PCR di Bandara Kualanamu. Masa dibilang positif, kita sudah periksa di rumah sakit tetap hasilnya negatif, di sini positif. Tolong, di rumah sakit aja kalian PCR nggak usah di Kualanamu," ucap perekam video saat merekam momen tersebut.

Begitulah kemarahan tiga orang emak-emak tersebut yang tak percaya bahwa mereka positif COVID-19 usai tes PCR di Bandara Kualanamu. Menurut mereka, hal itu sangat tidak masuk akal lantaran beberapa hari sebelumnya telah melakukan tes PCR di rumah sakit dan menunjukkan hasil negatif.

Akan tetapi, kala melakukan tes di bandara, mereka malah positif COVID-19. Hal itulah yang tidak bisa mereka terima apalagi emak-emak tersebut mengaku telah membayar tiket pesawat Rp 5.200.000 per orang. 

"Nggak ada, sehat-sehat kami. Kecuali uhuk, uhuk (memeragakan batuk), kecuali panas, tidak ada gejala. Kalian membodoh-bodohkan. Karena nggak ada penumpang, ginilah yang diambil orang ini. Rp 5.200.000 loh tiket kami satu orang," ucap emak-emak tersebut sambil marah-marah kepada petugas.

Tak ayal, setelah viral di media sosial, banyak warganet mengecam hal tersebut lantaran dianggap petugas di Bandara rentan melakukan kecurangan mengenai hasil tes PCR. Terlepas dari itu, video tersebut pun telah beredar di berbagai media sosial dan menuai beragam komentar dari publik.

Sementara itu, menurut kabar di dunia maya, emak-emak tersebut dikabarkan telah diizinkan terbang menuju kota tujuan mereka usai melakukan tes PCR di rumah sakit setempat. 

"Kalau dari Cina lolos nggak diperiksa bisa lolos masuk bandara," tulis @Ilon Mokodompis.

"Sudah nggak beres negara kebanyakan aturan masyarakat jadi korban," sahut @Oman Rohman.

"Panggil petugas jangan sampai alatnya rakitan lagi karena mereka sudah terbukti," timpal @Shetya Shabar.(kumparan.com)