Rachland Nashidik: Bisakah Presiden Tidur Nyenyak Saat Satu Demi Satu Warganya Tewas oleh Covid-19?

Infomenia.net -  Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik menyoroti perkembangan Covid-19 di Indonesia yang saat ini semakin darurat.  Ter...


Infomenia.net - 
Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik menyoroti perkembangan Covid-19 di Indonesia yang saat ini semakin darurat. 

Terlebih, pasokan oksigen juga semakin langka. 

Rachland Nashidik pun mengungkapkan kesedihannya setiap kali mendapat kabar bahwa orang-orang yang ia kenal terpapar virus, bahkan meninggal akibat Covid-19. 

Ungakapan tersebut disampaikan Rachland Nashidik melalui akun Twitter pribadinya @RachlanNashidik pada Jumat, 2 Juli 2021. 

Cuitan Rachland Nashidik. Twitter @RachlanNashidik 

“Sedih, lalu stress, lalu cuma bisa menghela nafas, tiap kali membuka halaman FB. Satu kawan meninggal. Satu kenalan meninggal. Satu lagi dan satu lagi. Satu kawan positif. Satu kenalan juga positif. Satu lagi dan satu lagi. Lalu barusan dikabari tetangga sebelah rumah juga,” tuturnya. 

Menurut Rachland Nashidik, di saat seperti ini seharusnya negara hadir untuk rakyatnya dengan cara mencukupi kebutuhan oksigen bagi pasien Covid-19. 

“Seharusnya, atau setidaknya, negara hadir saat ini dalam wujud tabung-tabung oksigen,” katanya. 

Lantas dia pun menyinggung ketenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di saat rakyatnya meninggal satu per satu karena Covid-19. 

“Bisakah Presiden @jokowi tidur nyenyak saat satu demi satu warganya tewas oleh Covid: entah akibat penyakit bawaan, tak kebagian pelayanan ICU atau tak dapat tabung oksigen?” ujarnya. 

Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah meminta Menteri Perindustrian Agus Gumiwang memastikan pasokan oksigen untuk kebutuhan medis. 

Menko Luhut juga meminta masing-masing provinsi untuk membentuk satuan tugas (satgas) guna memastikan ketersediaan oksigen, alat kesehatan (alkes) dan farmasi. 

Satgas tersebut nantinya diminta untuk berkoordinasi langsung dengan Menteri Kesehatan jika terjadi masalah suplai. 

Kemenko Maritim dan Investasi mencatat kapasitas produksi gas oksigen (O2) terpasang secara nasional adalah sebesar 866,1 ribu ton per tahun. 

Pada kondisi normal, utilisasi industri gas oksigen adalah sebesar 640,9 ribu ton per tahun yang disalurkan untuk kebutuhan industri (462.000 ribu per tahun) dan medis (179,4 ribu ton tahun). 

Apabila terjadi lonjakan permintaan gas oksigen di sektor medis, maka masih terdapat idle capacity sebesar 225,2 ribu ton per tahun.  

Bila idle capacity masih belum mencukupi, maka pasokan oksigen untuk industri dapat dialihkan untuk kebutuhan medis.(pikiran-rakyat.com)