Pendukung Jokowi Anggap Denny Sesat, Rudi Valinka : Twit Denny Siregar Berbahaya, Lo Provokator Den

Infomenia.net -  Rudi Valinka, pegiat media sosial sekaligus pendukung Jokowi mengkritik pernyataan Denny Siregar yang dianggap sesat terait...


Infomenia.net - 
Rudi Valinka, pegiat media sosial sekaligus pendukung Jokowi mengkritik pernyataan Denny Siregar yang dianggap sesat terait penanganan covid-19. 

Seperti diketahui pemerintah masih menerapkan PPKM Darurat sebagai upaya menanggulangi covid-19. 

Pro dan kontra adanya PPKM Darurat di masyarakat juga diperhatikan oleh sejumlah kalangan. 

Salah satunya Denny Siregar, pendukung militan Presiden Jokowi. 

Denny menyikapai kalau penerapan PPKM Darurat berbahaya bagi kelangsungan hidup orang miskin yang cari makan bukan cari cuan.

Lewat akun twitternya ia berkeluh kesah. 

"Pak @jokowi lihatlah ke bawah, ke masyarakat yang paling terdampak PPKM darurat. Jangan lihat kls menengah dan atas yang selalu ketakutan ada Covid. 

Jeritan putus asanya mereka, bisa jadi meledaknya amarah. Perut lapar itu bisa membakar, pak.. Tolonglah, batalkan PPKM darurat." inilah isi cuita Denny. 

Namun, pernyataan itu langsung dikritisi oleh teman Denny Siregar. 

Rudi Valinka alias Kurawa menyebut pernyataan Denny merupakan sesat. 

Rudi Valinka, pegiat media sosial sekaligus pendukung Jokowi mengkritik pernyataan Denny Siregar yang dianggap sesat terait penanganan covid-19. 

"Sedih banget baca twit ini, seolah covid itu hanya punya orang atas dan menengah... 

Bro jika gak setuju PPKM silahkan aja .. tapi dengan cara buat narasi covid itu ada "kelas sosialnya" sesat banget. 

Ayo turun ke RS dong skr" tulis Kurawa yang mentautkan postingan Denny Siregar. 

Selain itu Kurawa juga menyebut Denny sebagai provokator yang sangat berbahaya. 

"Deni siregar twitnya berbahaya dia buka narasi kalo covid itu hanya orang kecil yang akan mampus.. mendorong sentimen kelas bawah benci ke kelas menengah dan atas..

Gue temen tapi kalo spt ini sorry den lo provokator ... 

Ayo jangan jadi jagoan gadget.. bantu kebawah lgs" 

Hoax dr Lois makan korban 

Hoaks dr Lois Owien akhirnya mulai memakan korban. 

Seorang penderita Covid-19 yang mempercayai ucapannya ini, menolak untuk mengkonsumsi obat-obatan hingga akhirnya dirinya harus meninggalkan keluarganya untuk selama-lamanya. 

Hal ini disampaikan oleh seorang warga Depok bernama Helmi Indra, bercerita mengenai ayahnya yang belum lama ini meninggal. 

Ayahnya bertempat tinggal di Tegal, Jawa Tengah ini memang bukan pertama kalinya termakan dengan berbagai berita hoax yang berkembang mengenai Covid-19. 

Hingga pada akhirnya 6 Juni 2021 lalu ayahnya dinyatakan positif Covid-19. Namun ayahnya ini malah menolak untuk mengkonsumsi obat, padahal adik Helmi sudah lebih dahulu dinyatakan positif dan mengalami gejala pusing dan lemah kondisinya. 

"Sayangnya, minggu-minggu itu lagi ramainya podcast-nya dokter Lois soal interaksi obat itu yang bikin banyak kematian yang ada tentang COVID-19. Nah, ayah saya percaya itu. Nggak mau minum obat banyak-banyak. Maunya obat pereda nyeri saja, takut napas hilang. Saya sempat berdebat waktu nyuruh minum obat ke Ayah," terang Helmi, dikutip dari detikcom, Sabtu (17/7/2021).

Tak lama setelah itu, ayahnya yang berusia 60 tahun ini meninggal dunia. Karena memang ayahnya juga memiliki penyakit pembawa (komorbid). 

Sebelumnya ayahnya ini juga menolak untuk divaksinasi, lantaran adanya kabar bahwa vaksin tersebut tidak halal. 

"Ayah saya termakan hoax vaksin itu haram. Padahal waktu itu saya sudah share berita soal MUI yang menyatakan vaksin itu halal. Waktu itu vaksinnya Sinovac. Padahal Bapak juga punya penyakit komorbid," terangnya. 

Hingga saat ini Helmi masih merasa kesal dengan banyaknya hoax yang berkembang mengenai Covid-19. Sebab, tanpa disadari kabar palsu yang disebarkan ini berdampak pada dirinya sampai kehilangan ayahnya. 

"Dampaknya luar biasa ini hoax. Bahkan saya masih berdebat dengan orang-orang yang di WA group itu. Bahkan dia nggak sadar bahwa yang di-share itu berbahaya," tandasnya.(tribunnews.com)