Kisah Arul, Bocah 13 Tahun yang Diusir dari Kampungnya, Karena Kenakalannya, Kini Jadi Ajudan Kapolres Tasikmalaya

Infomenia.net -  Seorang bocah bernama Arul Miftahul Huda (13) di Tasikmalaya, Jawa Barat, baru-baru ini viral di media sosial. Bocah itu vi...


Infomenia.net - 
Seorang bocah bernama Arul Miftahul Huda (13) di Tasikmalaya, Jawa Barat, baru-baru ini viral di media sosial.

Bocah itu viral setelah menjadi ajudan Kapolres Tasikmalaya saat apel pagi di Mapolres.

Ternyata, ada kisah memilukan dibalik itu. Arul adalah bocah yang ditolak di kampungnya karena mencuri.

Ia kemudian diadukan ke polisi. Polisi kemudian memilih untuk membina Arul dan menjadikannya anak asuh Polres Tasikmalaya.

Oom (33), ibu kandung Arul, mengatakan, sebelum jadi anak asuh Polres Tasikmalaya, Arul sudah tak diterima lagi di kampungnya.

“Arul dituding melakukan beberapa kali pencurian sehingga membuat warga tak menyukainya” kata Oom saat diundang ke Mapolres mengikuti kegiatan HUT Bhayangkara sekaligus bertemu Arul, Kamis (1/7/2021).

Puncak rasa tidak warga, kata Oom, warga menolak keberadaan Arul di kampung itu.

Makanya Arul diadukan ke polisi berharap ditindak sesuai hukum.

“Sebagai ibu kandung yang melahirkan, saya sangat sedih. Arul memang nakal dan mungkin pernah mencuri. Tapi kalau seluruh pencurian ditudingkan ke anak saya, rasanya menyakitkan,” ujar Oom.

Beruntung akhirnya Arul diadukan ke polisi.

Karena ternyata Polres Tasikmalaya lebih memilih melakukan pembinaan terhadap Arul.

Walhasil Arul kini menjadi anak yang baik.

Ketika sudah dinilai siap dipulangkan kepada kedua orang tuanya, Arul malah menolak. Arul memilih ingin tinggal di Mapolres.

Keinginan Arul ditanggapi positif oleh Kapolres, AKBP Rimsyahtono.

Ia memutuskan Arul jadi anak asuh Polres yang dipimpinnya.

Sosok Arul Menyita Perhatian

Sosok anak berusia 13 tahun ini menjadi sorotan.

Ia ditunjuk menjadi ajudan Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono.

Memang tugasnya tak menemani Kapolres sepanjang hari saat berkegiatan.

Bocah ini menjadi ajudan dalam apel pagi, Senin (28/6/2021) kemarin. Bocah tersebut adalah Arul Miftahul Huda.

Saat apel pagi di halaman Mapolres Tasikmalaya, Senin kemarin, Arul bertugas menjadi ajudan pemegang naskah sambutan Kapolres.

Ketika bertugas Arul mengenakan pakaian koko putih, celana hitam dan berpeci.

Saat bertugas ia memperlihatkan sikap sempurna seorang ajudan.

Pemandangan tak biasa dan unik ini menjadi perhatian para peserta apel pagi di halaman Mapolres.

Lantas, siapakah sosok Arul Miftahul Huda yang menjadi ajudan Kapolres Tasikmalaya?

“Arul adalah anak asuh Polres Tasikmalaya. Dia sengaja diberi tugas pemegang naskah sambutan sekaligus ajudan apel pagi,” kata AKBP Rimsyahtono, seusai apel.

Kapolres ingin memperkenalkan Arul kepada seluruh anggotanya, sekaligus juga memberi penghargaan kepada Arul.

Mengapa sosok Arul ini hingga begitu spesial di Polres Tasikmalaya?

“Dia awalnya anak yang bermasalah di lingkungan tempat tinggalnya, hingga diadukan warga ke polisi,” ujar Kapolres.

Menyikapi pelaporan itu, pihak Polres lebih memilih memberikan pembinaan kepada Arul, melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim.

Pembinaan membawa hasil hingga Arul menjadi anak yang baik dan siap dikembalikan kepada keluarganya.

“Namun di luar dugaan Arul malah memilih ingin menetap di sini (Polres Tasikmalaya, Red),” kata AKBP Rimsyahtono.

Setelah dipertimbangkan serta mendapat persetujuan keluarganya, Kapolres akhirnya memutuskan Arul menjadi anak asuh Polres Tasikmalaya.

Pihak Polres Tasikmalaya ikut menanggung kebutuhan hidup Arul, sehingga meringankan beban keluarganya.

“Pengangkatan Arul menjadi anak asuh Polres Tasikmalaya, juga mengambil momentum perayaan Hari Bhayangkara ke-75 yang sebentar lagi digelar,” ujar Kapolres.(tribunnews.com)