Begini Nasib Anggota Satpol PP Gowa Usai Pukul Pemilik Warkop yang Mengaku Hamil

Infomenia.net -  Anggota Satpol PP Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Mardani Hamdan, menjadi tersangka pemukulan wanita pemilik warung kopi ...


Infomenia.net - 
Anggota Satpol PP Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Mardani Hamdan, menjadi tersangka pemukulan wanita pemilik warung kopi saat melakukan razia pedagang di masa PPKM.      

"Hari ini kami telah melakukan gelar perkara untuk menetapkan pelaku ini menjadi tersangka. Intinya pelaku saat ini sudah kami tingkatkan menjadi tersangka," ujar Kapolres Gowa, AKBP Tri Goffarudin Pulungan Jumat 16 Juli 2021. 

Meski demikian, polisi belum melakukan penahanan karena Mardani masih menjalani pemeriksaan di Inspektorat Gowa. 

"Karena tersangkanya seorang ASN, tentunya akan dilakukan juga pemeriksaan internal dari pihak Pemkab. Dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan internal," tutur Tri. 

Masih Menjalani Pemeriksaan Internal
 
Polisi akan menahan Mardani setelah Pemkab Gowa merampungkan pemeriksaan internal. 

"Nanti setelah rampung, akan diserahkan dari pihak pemda ke kita. Untuk sementara ini belum ditahan," bebernya. 

Tri menambahkan Mardani Hamdan belum diperiksa sebagai tersangka. Meski demikian, Polres Gowa telah menjadwalkan pemeriksaan Mardani sebagai tersangka. 

"Belum diperiksa sebagai tersangka. Rencananya besok (diperiksa sebagai saksi)," kata dia.  

Ancaman 5 Tahun Penjara
 
Polisi menjerat Mardani Hamdan dengan pasal 351 ayat 1 KUHP. Mardani terancam hukuman 5 tahun penjara. 

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gowa, Alimuddin Tiro mengaku Mardani Hamdan telah dinonaktifkan dari jabatannya. Penonaktifan Mardani dari jabatannya untuk pemeriksaan terkait kasus yang menjeratnya. 

"Iya, sudah dinonaktifkan dari jabatannya," singkatnya.

Fakta Mengejutkan Satpol PP yang Pukul Ibu Hamil Pemilik Warkop hingga Kontraksi
 
Kasus dugaan pemukulan yang dilakukan oleh anggota Satpol PP Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, membuat banyak orang merasa prihatin. Video peristiwa itu tersebar ke media sosial. 

Peristiwa itu terjadi saat tim gabungan melakukan patroli untuk menertibkan pedagang yang masih buka pada malam hari, Rabu 14 Juli 2021. Selama PPKM, memang aktivitas masyarakat dibatasi untuk menekan penularan Covid-19. 

Saat itu, petugas gabungan mendapati salah satu warung kopi yang masih buka pada malam hari. Warung itu juga menyalakan musik dengan cukup keras. Saat razia itu, warkop tersebut membuka satu bagian pintu saja. Tidak ada satu pun pengunjung. 

Namun, saat petugas datang sudah terlihat ketegangan. Petugas meminta pemilik warkop menutup total kafe mereka. " Katanya melarang keramaian, tapi tadi masuk rumah, ramainya luar biasa," kata pria pemilik kafe. 

Salah satu anggota Satpol PP yang diketahui bernama Mardani Hamdan meminta surat izin usaha kepada pemilik kafe itu, sembari mengatakan bahwa dirinya adalah anggota Satpol PP yang memilik wewenang. 

" Saya Satpol, mana izinmu? Saya punya kewenangan. Tadi kau bilang saya tidak punya kewenangan, saya Satpol. Mana izinnya? Saya tutup ini kalau tidak ada izinmu," kata Mardani kepada istri pemilik kafe. 

" Santai pak, perempuan sedang hami itu, santai pak," kata sang suami kepada Mardani.       

Lakukan Penganiayaan
 
Keadaan yang terus memanas membuat emosi Mardani memuncak hingga akhirnya menghadiahi bogem mentah kepada pria pemilik kafe. Sang istri yang juga naik pitam melihat kejadian itu kemudian berusaha membela suaminya, Mardani kemudian juga ikut memukul istri pemilik kafe. 

" Kurang ajar dia memukul, saya baik-baik ya tapi anda memukul. Tunggu ya saya lapor," kata pemilik kafe kepada Mardani. 

Para petugas lain kemudian berusaha melerai Mardani dan sepasang suami istri pemilik kafe yang terlihat bertengkar. Tak lama berselang para petugas gabungan pun meninggalkan lokasi kejadian. 

Dikenal Soleh
 
Mardani cukup aktif di media sosial. Di Facebook, dia kerap membagikan fotonya. Dari foto-foto itu, tak sedikit orang yang menyebutnya sebagai pria soleh. 

Unggahan-unggahan foto Mardani pun keram menuai pujian. Banyak yang kagum dengan penampilannya. 

Namun semenjak dugaan aksi penganiyaan yang viral tersebut, unggahan Madani langsung banjir hujatan serta makian dari warganet.   

Dilaporkan
 
Menurut informasi terakhir, atas tindakannya Mardani M telah dilaporkan oleh Nur Halim ke Polres Gowa dengan nomor laporan LP/B/776/VII/2021/SPKT/POLRES GOWA/POLDA SULSEL tertanggal 14 Juli 2021. 

Laporan tersebut diterima dengan nomor STTLP/776/VII/2021/SPKT/POLRES GOWA/POLDA SULAWESI SELATAN. 

Videonya

 Terkuak Fakta Baru Wanita Mengaku Hamil yang Dipukul Satpol PP, Ternyata...

Video pemukulan Satpol PP kepada seorang wanita disebut hamil di Gowa, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Wanita tersebut bahkan dikabarkan mengalami kontraksi ketika melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi. 

Tetapi, sebuah kecurigaan muncul, wanita itu diduga tidak hamil. Akun Instagram @makassar_iinfo mengunggah video pengakuan wanita tersebut. Dalam video itu, dia mengatakan tidak berkenan diperiksa dokter kandungan. 

Wanita itu mengaku perutnya kadang membesar. Namun, tidak lama kembali kempes. Dia juga mengatakan punya pengobatan sendiri lewat tukang urut. Wanita itu mengaku tak pernah ke dokter. 

" Masalahnya ini pengobatan saya sendiri. Memang tidak bisa dijangkau dengan pikiran logika," kata dia.

Disebut Tak Hamil

Kepala Bidang Komunikasi Kabupaten Gowa, Arifuddin Zaeni, menegaskan, wanita tersebut tidak hamil. Dia membantah pernyataan suami wanita itu yang diketahui bernama Ivan, 24 tahun, yang menyebut istrinya hamil 9 bulan. 

Arifuddin mendasarkan pernyataannya pada penolakan wanita yang diketahui bernama Amriana itu untuk dites kehamilan. Dia pun tegas wanita tersebut tidak hamil 

" Dia tidak hamil. Waktu mau dites USG, dia tidak mau. Ini perempuan tidak hamil," kata Arifuddin. 

Dia mengaku heran Amriana tidak mau dites USG. Sementara tes plano tidak menunjukkan adanya gejala kehamilan. 

" Hasil tes plano tidak menunjukkan gejala hamil. Ketika mau tes lanjutan USG, yang bersangkutan tidak mau dites USG. Artinya apa?" kata dia.

Namun demikian, bagaimanapun kondisi wanita itu, tentu kekerasan dalam menegakkan aturan juga tidak dibenarkan.       

Warganet Tetap Salahkan Satpol PP

Warganet pun tetap menyatakan kesalahan terletak pada Satpol PP. Sebab, aksi pemukulan tidak dibenarkan dalam kondisi apapun. 

" Mau hamil tdk hamil , tetap salah satpolnya krna memukul duluan," tulis warganet. 

" Terus kalau tidak hamil? Ndpphji dipukul ? Begitu. Urusan hamil atau tidak itu urusannya. Yg jelas kau berani pukul perempuan," tulis warganet. 

" Tapi tetep aja ga harus di pukul kan?" tulis warganet. 

" Hamil tidak hamil tidak boleh pukul perempuan apalagi di dalam rumahnya sendiri," tulis warganet.