Suara Hati Istri Dinilai Promosikan Pedofilia, 50 Ribu Orang Tanda Tangani Petisi Hentikan Siaran

Infomenia.net -  Dinilai promosikan pedofilia, sebanyak 50 orang tanda tangani petisi hentikan siaran sinetron Suara Hati Istri.  Sinetron S...


Infomenia.net - 
Dinilai promosikan pedofilia, sebanyak 50 orang tanda tangani petisi hentikan siaran sinetron Suara Hati Istri. 

Sinetron Suara Hati Istri tengah jadi sorotan publik lantaran adanya adegan tak pantas yang menampilkan perempuan di bawah umur. 

Satu tokoh yang jadi sorotan adalah Zahra, diperankan oleh Lea Ciarachel, yang diketahui masih berusia 15 tahun. 

Pada sinetron itu, Zahra merupakan istri ketiga dan harus beradegan dewasa. 

Sinetron tersebut pun menuai kritik dari warganet hingga viral di media sosial. 

Baru-baru ini, muncul petisi yang menuntut agar sinetron tersebut dihentikan. 

Diketahui petisi itu dibuat oleh akun bernama Alyzza, Rabu (2/6/2021). 

'Hentikan Siaran Suara Hati Istri karena mempromosikan pedophilia', demikian kira-kira judul petisi tersebut. 

Pada petisi di change.org itu, nama aktris yang dimaksud dan fotonya disamarkan. 

Alasannya adalah aktris tersebut masih di bawah umur. 

Sinetron itu dinilai tak pantas menempatkan aktris dibawah umur untuk memerankan karakter dewasa dan bahkan sudah berkeluarga. 

"Bukan soal cocok atau tidak cocok beliau memerankan karakter tersebut, tetapi lebih mengenai bagaimana pihak produser memilih seorang aktris di bawah umur untuk menjadi seorang istri," tulis Alyzza dalam petisi yang ditujukan kepada Indosiar selaku televisi penyiar sinetron tersebut. 

Selain itu, sebagaimana judul petisi, Alyzza juga menilai sinetron Suara Hati Istri seolah-olah mempromosikan pedofilia. 

Sebagai informasi, pedofilia dalam istilah medis merujuk pada gangguan kejiwaan yang ditandai dengan kepentingan seksual terhadap anak di bawah umur. 

Sementara itu, pada penggunaan populer, pedofilia berarti kepentingan seksual pada anak-anak atau tindakan pelecehan seksual terhadap anak. 

Berdasarkan pantauan TribunStyle.com, saat artikel ini dibuat, petisi hentikan siaran Suara Hati Istri itu telah ditandatangani sebanyak 51 ribu orang. 

"Sinetron ini menormalisasi pedofilia dan membuat pemerannya tidak nyaman," tulis seorang penanda tangan petisi tersebut. 

"Menurut saya acara sinetron ini mempromosikan pedofilia dan child grooming," ungkap akun lainnya. 

Berikut ini link petisi tersebut chng.it/xJh9MgTC 
       
KPI Tindak Lanjuti Polemik Sinetron Suara Hati Istri 

Terkait polemik sinetron Suara Hati Istri yang jadi buah bibir lantaran dinilai menampilkan aktris di bawah umur untuk beradegan dewasa, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) lantas memanggil pihak televisi yang menyiarkannya, Indosiar. 

Wakil Ketua KPI, Mulyo Hadi Purnomo, mengaku pihaknya mendapatkan banyak aduan dari masyarakat terkait viralnya sinetron tersebut. 

Berkaca pada polemik sinetron Suara Hati Istri, Mulyo meminta agar Indosiar dan televisi lain menjaga kepatutan isi atau konten di setiap program yang ditayangkan. 

Selain itu, jam tayang juga perlu untuk diperhatikan. 

Hal itu terutama pada jam-jam di mana anak biasanya masih menonton televisi, sebelum pukul 22.00. 

Untuk tayangan dengan tema konflik rumah tangga, diharapkan untuk menghindari jam-jam tersebut. 

"KPI meminta Indosiar dan TV lain memperhatikan jam tayang dan kepatutan konten/isi di setiap program yang ditayangkan, terutama pada jam-jam anak menonton (sebelum pukul 22.00) terkait tema konflik RT," tutur Mulyo saat dihubungi TribunStyle.com. 

KPI Minta Pemeran Zahra Suara Hati Istri Diganti 

KPI pun meminta Indosiar meminta Indosiar segera mengganti pemeran Zahra untuk episode mendatang sinetron Suara Hati Istri. 

"Indosiar menerima semua masukan dan akan segera mengganti pemeran dalam 3 episode mendatang sinetron tersebut," kata Mulyo ketika dihubungi TribunStyle.com, Rabu (2/6/2021). 

KPI juga meminta Indosiar untuk selalu mengingatkan pihak Production House (PH) agar memakai pemeran dengan usia yang pas. 

Adapun untuk peran yang sudah menikah, pemeran harus berusia di atas 18 tahun. 

"Terkait usia pemeran, selanjutnya akan menjadi acuan Indosiar ke depan untuk selalu mengingatkan PH agar memakai pemeran2 usia di atas 18 tahun untuk peran yang sudah menikah," tutur Mulyo. (tribunnews.com)