Puluhan Guru di Yogyakarta Terpapar Covid Usai Vaksin

Infomenia.net -  Sebanyak 10 guru di sebuah SMP di Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkonfirmasi co...


Infomenia.net - 
Sebanyak 10 guru di sebuah SMP di Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkonfirmasi covid-19. Beberapa di antaranya telah menjalani vaksinasi covid-19 dosis pertama.  

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk Penanganan Covid-19, Baning Rahayujati, mengatakan total ada 37 tenaga pendidik di sekolah itu. Ia belum bisa memastikan berapa yang sudah divaksin dosis pertama. 

“Data vaksinasi belum dibuka. Tapi dari 10 (guru positif covid-19) itu ada yang sudah divaksin,” kata Baning dihubungi, Jumat, 11 Juni 2021. 

HappyInspireConfuseSadVaksinasi dosis pertama untuk guru di sekolah itu dijalani 22 Mei lalu. Dosis kedua dijadwalkan pada 22 Juni. 

Baning mengungkapkan kasus covid-19 yang semula menjangkiti guru itu mulai diketahui sejak 26 Mei. Saat itu, ada seorang guru dirawat di salah satu rumah sakit di Kecamatan Wates. 

“Hasil tes antigennya positif. Ada pasien lain di Kecamatan Panjatan juga positif (covid-19) karena kontak dengan pasien di Wates,” beber dia. 

Dari hasil penelusuran, ditemukan 10 guru positif covid-19. Kemudian, covid-19 itu diketahui telah menjangkiti lima anggota keluarga guru. 

Baning mengatakan belum bisa mengetahui sumber penularan kepada guru-guru itu. Setahu dia, sejumlah guru sempat menjalani tes GeNose C19 secara rombongan saat hendak wisata. Hasil tes itu menunjukkan negatif.

Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo ini, hasil itu ditindaklanjuti dengan tes PCR dengan hasil positif. Ia mengatakan saat ini kasus itu sudah menyebar kepada guru di Kecamatan Galur, Kokap, dan Pengasih. 

“Kasus ini (semula tertular) dari rumah, ketemu di sekolah. Menularnya saat ketemu. Dari konfirmasi yang kami lakukan, sekolah itu belum melakukan pembelajaran tatap muka,” ujar Baning. 

Pihaknya belum memastikan kemungkinan penularan sudah terjadi di siswa. Ia menyebut proses tracing masih dilakukan. “Tracing di rumah sudah dilakukan. Ada yang sudah dilakukan swab dan menunggu hasilnya,” tutur dia. (fajar.co.id)