Pengakuan Youtuber Medan, Dijebloskan ke Penjara dan Disiksa Gara-gara Rekam Pungli

Infomenia.net -  Seorang pemuda asal Medan, Sumatra Utara, Benni Eduward, harus mendekam di penjara karena merekam dan meng-upload video pun...


Infomenia.net - 
Seorang pemuda asal Medan, Sumatra Utara, Benni Eduward, harus mendekam di penjara karena merekam dan meng-upload video pungutan liar (pungli) aparat kepolisian. 

Video tersebut ternyata viral. Imbasnya, Benni dijebloskan ke penjara selama delapan bulan lewat vonis UU ITE terkait pencemaran nama baik kepolisian.  

Adapun video yang diunggah Benni adalah mengenai kendaraan polisi yang menunggak pajak. Benni juga membuat narasi berdasarkan data dan informasi di aplikasi e-Samsat. 

"Saya divonis bersalah karena ada kata-kata 'nunggak' yang sebenarnya keluar dari mulut rekan saya. Kata-kata 'nunggak' itu direkayasa seolah-olah saya yang menyebut. Dalam belasan sidang, permintaan kami untuk memutar ulang video itu tidak diizinkan," kata Benni dikutip dari tayangan Youtube Mata Najwa, Jumat, 18 Juni 2021.

Lebih lanjut, ketika akan dibawa ke sel, Benni mengaku seorang oknum polisi menitipkan pesan ke napi lain untuk menyiksa napi baru yang tidak lain adalah dirinya. 

"Ketika saya belum masuk ke penjara pun saya dititipkan, disuruh disiksa, tidur di WC. Karena ada perintah itu akhirnya napi yang di sana dengan gampangnya melakukan siksaan," sambung Benni. 

Tak cukup penyiksaan, Benni juga mengalami pemerasan selama mendekam di penjara. Saya mengalami pemerasan sebesar Rp12 juta. Saya masuk ke sana pun tidak gratis, tidur saja saya harus bayar. Diminta uang kebersamaan. Kalau saya atau keluarga tidak bawa uang, saya disiksa sampai mengalami beberapa luka," bebernya. 

Ia semakin kecewa karena Komnas HAM yang ingin menjenguk Benni juga tidak diizinkan. "Komnas HAM dari Jakarta datang untuk menemui saya tidak diizinkan," katanya.

Sebelumnya, Benni memang sudah sering mendapatkan intimidasi dari aparat yang ia rekam di beberapa tempat. Beberapa kejadian pernah ia alami seperti dipukul di tempat umum hingga disandera oleh oknum aparat.

"Di Kelapa Gading kalau gak salah, saya sempat dipukul dua kali oleh anggota. Pada saat itu terlihat saya merekam aktivitas mereka di tengah jalan, di mana itu tempat publik," tuturnya.

"Ketika di Palembang, saya juga pernah disandera selama satu jam di polisi. Lagi-lagi karena saya merekam aktivitas yang dilakukan di tempat publik," kata Benni. (medcom.id)