Namanya Disebut 2 Kali di Ruang Sidang, Fahri Hamzah Sentil KPK: Apa Sih yang Kalian Temukan?

Infomenia.net -  Politisi Fahri Hamzah meminta Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengklarifikasi penyebutan namanya di ruang si...


Infomenia.net - 
Politisi Fahri Hamzah meminta Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengklarifikasi penyebutan namanya di ruang sidang. 

Dia meminta jaksa untuk menuntaskan klarifikasinya, sebab nama Fahri Hamzah telah disebut sebanyak dua kali. 

“Dear Jaksa @KPK_RI, sebagai konsekuensi penyebutan nama saya di ruang sidang, mohon tuntaskan klasifikasinya. Sebab, ini penyebutan nama saya yang ke2 kalinya,” kicaunya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter @Fahrihamzah, Kamis, 17 Juni 2021. 

Nama salah satu pendiri partai Gelora itu telah disebut sebanyak dua kali di ruang sidang, yakni kasus Nazarudin dan kasus Edi Prabowo. 

“Pertama, nama saya disebut dalam kasus Nazaruddin. Saat masih menjabat. Sekarang disebut lagi setelah pensiun,” kicau Fahri Hamzah. 

Dalam kasus Nazaruddin dulu, dia mengatakan namanya disebut menerima uang 25.000 dolar AS (Rp 359,8 juta) oleh seorang saksi. 

“Dalam kasus Nazaruddin, seorang saksi menyebut saya menerima uang 25.000 USD di gedung anugrah yang saya gak tahu tempatnya,” kicau Fahri Hamzah. 

Pada saat itu, dia pun mengaku tidak pernah dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait pernyataan saksi tersebut. 

“Selama saya menjabat, saya tidak pernah diminta klarifikasi. Saya akhirnya tahu bahwa itu rekayasa belaka,” kicau Fahri Hamzah. 

Setelah pensiun, dia pun mengatakan bahwa namanya kembali disebut hanya karena pesan melalui aplikasi percakapan WhatsApp (WA). 

“Sekarang setelah pensiun nama saya disebut lagi. Kali ini disebut hanya karena WA seorang Menteri kepada stafnya agar tim saya (bukan saya) dipanggil presentasi,” kicau Fahri Hamzah. 

Dia menambahkan bahwa dirinya hanya rakyat biasa yang diminta untuk menyiapkan tim, untuk menjelaskan kesiapan teknis pelaksanaan program pemerintah yang sah. 

“Setelah saya pelajari berita hari ini, saya menemukan pelajaran betapa pentingnya jaksa @KPK_RI berhati-hati di ruang sidang. Membuka alat bukti yang tidak ada di BAP memang hanya sensasi. Jaksa KPK harus banyak baca UU 19/2019. Hentikan sandiwara, corona lagi marah!,” kicau Fahri Hamzah. 

Dia pun menyinggung bahwa Jaksa KPK termasuk ke dalam orang-orang yang tidak peduli dengan nama baik, tetapi hal itu tidak boleh dibiarkan. 

“Mungkin banyak orang termasuk jaksa @KPK_RI tidak peduli dengan nama baik, kehormatan dan harga diri yang dijaga bertahun-tahun sehingga menganggap remeh penyebutan nama orang secara tanpa kehati-hatian yang tinggi yang akhirnya merusak nama orang. Tidak boleh begitu,” kicau Fahri Hamzah. 

Dia mengatakan bahwa di masa lalu, KPK sengaja menjadikan ruang sidang untuk mendramatisir ruang publik. 

“Ribuan nama disebut. Ribuan nama dipanggil. Kadang hanya untuk menambah bumbu sensasi seolah mereka sibuk sekali,” kicau Fahri Hamzah. 

Dia pun mengingatkan bahwa hal-hal seperti itu sudah tidak boleh lagi dilakukan, dan meminta KPK untuk berhati-hati. 

“Dalam kasus saya misalnya, apa sih yang kalian temukan? Kenapa tidak kalian teruskan? Kenapa saya dibiarkan bebas berkeliaran? Aneh... sekedar mau suruh orang diam dengan dipanggil atau disebut nama bukanlah cara kerja negara yang benar, apalagi penegak hukum. Hentikan!,” kicau Fahri Hamzah.(pikiran-rakyat.com)