Kala Rizieq Ngotot Bandingkan Nasibnya dengan Ahok di Kursi Pesakitan

Infomenia.net -  Terdakwa kasus swab palsu RS Ummi Bogor, Habib Rizieq Syihab menyebut sejumlah nama saat membacakan nota pembelaan atau ple...


Infomenia.net - 
Terdakwa kasus swab palsu RS Ummi Bogor, Habib Rizieq Syihab menyebut sejumlah nama saat membacakan nota pembelaan atau pledoi di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Ia pun menyeret nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Airlangga Hartarto, hingga Djoko Tjandra dalam pledoinya.

Rizieq membandingkan kasusnya dengan kasus Djoko Tjandra, yang cuma dituntut 4 tahun. Bahkan ada kasus lain yang tuntutannya lebih rendah kasus yang menjeratdirinya.

"Bahwa dalam kasus koruptor Djoko Tjandra, ternyata Djoko Tjandra dan jaksa Pinangki masing-masing hanya dituntut 4 tahun penjara, sedang Irjen Napoleon lebih ringan, hanya dituntut 3 tahun penjara, dan Brigjen Prasetyo lebih ringan lagi, hanya dituntut 2,5 tahun penjara, bahkan kasus mantan bos Garuda Ary Askhara hanya dituntut 1 tahun penjara" ujar Rizieq.

Rizieq lantas juga menyeret-nyeret kasus Ahok dan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Ia menilai jaksa menganggap kasus pelanggaran protokol kesehatan lebih berat dari kasus Ahok dan Novel.

"Selain itu, ternyata juga bagi JPU bahwa kasus pelanggaran protokol kesehatan bukan hanya kejahatan biasa, tapi kejahatan luar biasa, sehingga jauh lebih jahat dan lebih berat daripada kasus penistaan agama yang pernah dilakukan Ahok sehingga buat gaduh satu negeri, juga jauh lebih jahat dan lebih berat daripada kasus penyiraman air keras terhadap petugas negara dan penyidik KPK Novel Baswedan sehingga salah satu matanya buta permanen" kata Rizieq.

"Buktinya Ahok si Penista Agama hanya dituntut hukuman percobaan 2 tahun, sedangkan penyiram air keras ke penyidik KPK hanya dituntut 1 tahun penjara, tapi kasus pelanggaran protokol kesehatan dituntut 6 tahun penjara," sambung Rizieq.(detiknews.com)