Ingat Jessica Wongso? Dihukum 20 Tahun Penjara, Petugas Lapas Heran dengan Perubahan Prilakunya

Infomenia.net -  Masih ingat dengan Jessica Kumala Wongso?  Ya, siapa yang tak kenal dengan Jessica Kumala Wongso.  Dia adalah tersangka pem...


Infomenia.net - 
Masih ingat dengan Jessica Kumala Wongso? 

Ya, siapa yang tak kenal dengan Jessica Kumala Wongso. 

Dia adalah tersangka pembunuhan dengan kopi sianida. 

Wanita ini mendadak menjadi terkenal setelah dirinya terlibat dalam kasus pembunuhan sahabatnya sendiri, Wayan Mirna Salihin. 

Bahkan, hasil persidangan menerangkan bahwa, Jessica Kumala Wongso lah pelaku pembunuhan Wayan Mirna Salihin. 

Kasus Jessica sendiri bukanlah perkara pembunuhan biasa. 

Jessica dituding membunuh Mirna dengan menggunakan racun Sianida. 

Jessica sendiri diketahui mendapat vonis 20 tahun penjara. 

Lima tahun berlalu, Jessica Kumala Wongso menjalani vonis hukuman 20 tahun penjara. 

Jessica Kumala Wongso sempat menghebohkan Indonesia pada tahun 2016 silam. 

Dirinya terjerat pembunuhan Mirna Salihin meregang nyawa usai menyeruput kopi vietnam dengan tambahan zat sianida. 

Peristiwa yang terjadi pada 6 Januari 2016 di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, tentu membuat publik begitu heboh. 

Polisi pun langsung melakukan penyelidikan. 

Hasilnya, Wayan Mirna Salihin keracunan zat sianida yang diteteskan ke dalam kopi vietnam yang dipesankan oleh Jessica Kumala Wongso. 

Jessica Kumala Wongso yang merupakan teman dekat Mirna Salihin kemudin ditetapkan sebagai tersangka dan akhirnya menjadi terpidana. 

Setelah divonis 20 tahun penjara atas kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso lebih sering berdiam diri di dalam kamar selnya. 

Dilansir dari TribunPekanbaru.com, Jessica Kumala Wongso tampak menjadi pendiam setelah kasus pembunuhan yang menyeret namanya itu. 

Petugas lapas pun tidak tahu pasti apa yang menyebabkan Jessica Kumala Wongso berubah. 

"Mungkin merenung atau berdoanya sekarang di kamar. Jess (Jessica Kumala Wongso). Keluar kamar kalau dibesuk sama orangtuanya aja," kata dia. 

Sebelumnya, Jessica Kumala Wongso, terbilang rajin bersembahyang di Vihara. 

Jessica Kumala Wongso hampir setiap pagi dan siang hari bersembahyang di Vihara jelang sidang pembacaan putusannya pada 27 Oktober 2016. 

Bahkan, ia mengajak ibunda dan pamannya untuk bersembahyang bersama di Vihara rutan sehari sebelum sidang vonis kasusnya. 

Jessica sempat menyatakan kepada ibunda dan penasihat hukumnya, dirinya yakin akan divonis bebas. 

Namun, takdir berkata lain pasalnya dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 27 Oktober 2016 . 

Jessica terbukti bersalah atas pembunuhan berencana terhadap sahabatnya,Wayan Mirna Salihin. 

Lama tak tersorot, kabar baru muncul dari Jessica yang kini tengah menjalani masa tahanan. 

Kabar tersebut bahkan membuat mantan pengacara Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan bersedih. 

Dikutip dari Grid.ID, Rabu (2/1/2019), Otto menjelaskan bila upaya Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Jessica. 

"Ya itu putusan hakim harus saya hargai," kata Otto saat dikonfirmasi. 

Otto menuturkan, ia tak lagi menangani kasus yang dijalani Jessica. 

Otto mengaku Jessica memilih jasa pengacara lain guna mengajukan PK dengan Perkara Nomor 69 PK/PID/2018 itu. 

Meski tak lagi menangani kasus Jessica, Otto mengaku sedih mengetahui kabar tersebut. 

"Ya saya sedih. Meskipun bukan saya yang nanganin di PK-nya, tetapi saya sedih dan saya tetap masih keyakinan saya tetap," ujarnya. 

Meski tak lagi menangani kasus tersebut, Otto masih berkeyakinan bahwa kliennya tak terbukti membunuh Mirna lantaran tak ada satupun CCTV yang memperlihatkan Jessica menuangkan racun sianida di minuman yang menyebabkan Mirna tewas. 

Belakangan Jessica Wongso memberi pengakuan bahwa bukan dia yang meracuni Mirna dengan sianida. 

Pengakuan tersebut tertuang dalam nota pembelaan (Pleidoi) yang dibacakan oleh Jessica pada sidang kasusnya yang ke 28 di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, 13 September 2016. 

Perempuan kelahiran Jakarta, 9 Oktober 1988, tersebut tak kuasa menahan air mata saat membela diri di hadapan Majelis hakim yang dipimpin oleh hakim Kisworo. 

"Bagaimanapun juga, saya tidak membunuh Mirna, jadi seharusnya tidak ada alasan untuk memperlakukan saya seperti sampah," ujar Jessica dalam nota pembelaannya, seperti dilansir Tribunnews.com.(tribunnews.com)