Deretan Fakta Dugaan Pelecehan Seksual di Batu, Korban Capai 25 Siswi hingga Kepala Sekolah Bantah

Infomenia.net -  Dugaan pelecehan seksual menimpa pemilik sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Kota Batu, Jawa Timur. Terbaru, Komnas Perli...


Infomenia.net - 
Dugaan pelecehan seksual menimpa pemilik sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Kota Batu, Jawa Timur.

Terbaru, Komnas Perlindungan Anak (PA) menyebut korban dugaan pelecehan seksual ini lebih dari 25 siswi.

Terduga pelaku juga disebut melakukan pelecehan berulang kali selama para korbannya masih bersekolah di sana hingga lulus.

1. Polda Jatim Bentuk Tim Khusus dan Lakukan Gelar Perkara

Komnas Perlindungan Anak bersama sejumlah korban membuat laporan kasus dugaan pelecehan seksual ini ke Polda Jatim, Sabtu (29/5/2021).

Untuk menindaklanjuti laporan itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin (31/5/2021) mengaku telah membentuk tim khusus.

Ditreskrimun kemudian akan melakukan gelar perkara untuk memeriksa pelapor dan terduga korban.

"Kami telah membentuk tim dan menindaklanjuti, membuat konstruksinya dan melakukan gelar perkara yang dalam Minggu ini," terangnya kepada Tribun Jatim, Senin (31/5/2021).

2. Korban Disebut Alami Pelecehan Berkedok Pendidikan Gratis

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait menyebut dugaan pelecehan seksual dilakukan oleh JE, pemilik Sekolah SPI di Kota Batu Malang.

"Sampai anak itu lulus dari sekolah masih mengalami kejahatan itu."

Arist mengungkapkan ada 25 siswi yang terkonfirmasi menjadi korban pelecehan itu.

Mereka diduga mendapatkan perlakuan tak pantas berkedok akan diberi pendidikan gratis dan dibina sesuai dengan minat mereka.

"Yang terkonfirmasi di KPAI ada 25 (korban)."

Selain itu, Arist mengonfirmasi ada tiga jenis kejahatan yang dilakukan oleh pemilik sekolah.

Yakni, kejahatan seksual berulang-ulang, eksploitasi ekonomi memanfaatkan anak untuk dipekerjakan, hingga kekerasan fisik yang dilakukan pengelola sekolah.

"Mereka dibungkus untuk sekolah, tapi ternyata mereka dipekerjakan melebihi jam kerja dan menghasilkan uang yang banyak, tapi mereka tidak dapat imbalan yang layak," lanjut Arist.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), MD Furqon turut memberi keterangan, Senin (1/6/2021).

Menurut Furqon, tiga korban telah menjalani visum di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Mereka juga menyerahkankan bukti-bukti foto bekas luka penganiayaan yang dilakukan JE yang disimpa sejak beberapa tahun lalu.

"Ada luka lebam di beberapa bagian tubuh hingga bibirnya pecah karena tamparan. Apa yang disangkakan dibuktikan dengan berbagai alat bukti."

"Meski begitu, praduga tidak bersalah tetap harus dijunjung tinggi sampai adanya putusan pengadilan," kata Furqon kepada Tribun Jatim, Selasa (1/6/2021).

Untuk memulihkan mental korban, DP3AP2KB akan memberikan pendampingan psikologis kepada para korban dan pihak keluarganya.

3. Bantahan Kepala Sekolah hingga Kuasa Hukum Sekolah SPI

Kepala Sekolah SPI Kota Batu, Risna Amalia Ulfa menilai, laporan yang dituduhkan Komnas PA aneh, tidak berdasar dan tidak benar.

"Karena sesungguhnya yang diberitakan sama sekali tidak benar. Saya di sini sejak sekolah ini berdiri pada 2007."

"Bahkan saya menjadi kepala sekolah dan ibu asrama sampai sekarang. Tidak pernah ada kejadian-kejadian seperti yang disampaikan. Sama sekali tidak ada," tegasnya.

Risna menduga, ada yang memiliki tujuan tidak baik dengan lembaga sekolah yang ia pimpin.

Terpisah, kuasa hukum Sekolah SPI, Recky Bernadus Surupandy juga menegaskan, laporan dugaan tindak pelecehan dan kekerasan oleh JE itu tidak benar.

"Maka dengan ini, kami selaku kuasa hukum menyatakan bahwa laporan tersebut tidak benar atau belum terbukti kebenarannya."

"Kami sebagai warga negara yang baik dan patuh, mengikuti aturan."

Kendati demikian, pihaknya akan patuh mengikuti seluruh proses hukum yang ada untuk bersama-sama mengungkap kebenarannya.

"Maka kami akan mengikuti seluruh proses hukum yang ada, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.

Ia juga mengatakan akan melakukan upaya hukum yang sebaik-baiknya demi kepentingan hukum, dan kepentingan hak kliennya.

"Maka kami berharap, hal ini dapat berjalan dengan baik dan semuanya bisa mengikuti serta menghormati proses hukum yang berjalan,” pungkasnya.(Tribun-video.com/Surya/TribunJatim)