Anang Kecam Penghancuran Ukulele Pengamen oleh Satpol PP

Infomenia.net -  Aksi penghancuran alat musik milik pengamen oleh Satpol PP di Pontianak menuai protes dari sejumlah musisi. Salah satunya A...


Infomenia.net - 
Aksi penghancuran alat musik milik pengamen oleh Satpol PP di Pontianak menuai protes dari sejumlah musisi. Salah satunya Anang Hermansyah.

Melalui akun Instagram-nya, Anang menyesalkan kejadian pemusnahan alat musik ukulele yang disita dari para pengamen jalanan. Bagi Anang, para musisi jalanan itu seharusnya diberikan wadah untuk berkarya. Bukan dihancurkan alat musik yang biasa mereka pakai mencari nafkah.

"Kok bisa ada kejadian seperti ini di negara yang kaya budaya. Penanganan musisi jalanan bukan malah harusnya dibinia dan dikasih ruang malah DIBINASaKAN alat untuk BERKREASI, BERPRESTASI, BERKARYA MENCARI NAFKAH HALAL Kok bisa ya ???????? NGERI...," tulis Anang di Instagram. 

Video pemusnahan alat musik ukulele oleh oknum Satpol PP kota Pontianak viral di media sosial. Protes pertama kali dilontarkan oleh Andi Malewa dari Institut Musik Jalanan (IMJ) di media sosial.

"Arogansi yang dipertontonkan secara telanjang. Ukulele itu dibeli dengan rupiah, bahkan ada yang sampai pinjam bank keliling buat beli itu agar bisa makan. Ada harap & doa dari anak istrinya dalam tiap petik suara yang mereka perdengarkan, kenapa sedangkal ini pak Pol PP?" tulis Andi Malewa.

Kehadiran pengamen jalanan, menurut Andi, disebabkan oleh kegagalan sistemik yang sudah mengakar. "Faktor pendidikan, ekonomi, ketimpangan sosial, dan sederet masalah “menginjak” kepala mereka, memaksa mereka harus bertarung di jalanan. Cara dangkal seperti ini hanya menambah bibit-bibit kebencian semata." lanjut dia.

Selama berkutat dengan pengamen jalanan, Andi merasa pembinaan yang dilakukan pemerintah tidak menyelesaikan masalah. Para pengamen yang memiliki bakat musik malah dibekali kemampuan lain seperti menjahit atau merangkai bunga.

"Terima kasih untuk kalian semua yang sudah bantu memviralkan thread ini. Pagi tadi saya sudah komunikasi dengan ditjen kebudayaan terkait hal ini & akan segera diteruskan ke pemda setempat. Sesuai amanat UU no.5/2017, pemda seharusnya memberikan fasilitas untuk ruang kesenian," tutup Andi.(medcom.id)