Viral Habib Luthfi Ceramah di Gereja, Netizen Ramai Cari UAS

Infomenia.net -  Ulama besar Maulana Habib Luthfi bin Yahya ternyata juga pernah ceramah di sebuah gereja. Videonya pun kini viral di media ...


Infomenia.net - 
Ulama besar Maulana Habib Luthfi bin Yahya ternyata juga pernah ceramah di sebuah gereja. Videonya pun kini viral di media sosial.

Netizen pun rama-ramai mencari Ustadz Abdul Somad alias UAS yang mengaitkan dengan video sang gurunya tersebut.

Dilansir dari terkini.id- jaringan Suara.com, salah satu akun yang membagikan video Habib Luthfi bin Yahya ceramah di gereja tersebut dibagikan pengguna Twitter ChusnulCh_, seperti dilihat pada Sabtu 8 Mei 2021.

Video itu diunggah dengan keterangan :

“Maulana Al-Habib MUHAMMAD LUTHFI Bin HASYIM Bin YAHYA, SILATURROHIM KEBHINNEKAAN di Gereja Katholik Brebes,” cuitnya.

Ia pun sontak menyindir ucapan Ustaz Abdul Somad alias UAS yang sempat menyebut ceramah di gereja hukumnya haram.

“Kira-kira ada yang berani bilang haram, ada yang berani bilang menghina Islam?,” tuturnya.

Video Maulana Habib Luthfi bin Yahya tengah ceramah di gereja tersebut awalnya diunggah kanal Youtube GMNU TV.

Video itu, nampak Habib Luthfi mengenakan pakaian gamis putih dan peci hitam tengah ceramah di atas mimbar.

Di belakangnya, terlihat spanduk bertuliskan ‘Silaturahmi Kebhinekaan’ dan papan simbol salib.

Video itu pun kemudian menuai banyak respons komentar dari warganet. Banyak di antaranya yang lantas menyinggung UAS terkait ceramah Habib Luthfi di gereja itu.


“Si somad kemana tuch. Ooiii somaaad,” ujar netizen Kentir_suloyo.

Kawuladusun menyinggung kembali ucapan UAS yang menyebut haram hukumnya bagi umat Islam ceramah di rumah ibadah agama lain.

“Mas somad apakah akan berteriak keras haram masuk tempat ibadah agama lain. Kita simak komentarnya,” ucap ia.

Netizen lainnya, Wahyukusuma menilai UAS tidak akan berani mengomentari sikap Habib Luthfi yang ceramah di gereja tersebut lantaran almarhum merupakan guru Ustaz Abdul Somad.

“Shomad kan murid beliau dalam tataran tasawuf, mana berani murid kurang ajar mengomentari Mursyidnya,” ujarnya.(suara.com)