Mengingat Kisah Serda Ucok, Dihukum karena Balaskan Dendam Rekannya yang Tewas

Infomenia.net -  Nama Serda Ucok Tigor Simbolon beserta 12 rekan anggota Kopassus yang lain sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan m...


Infomenia.net - 
Nama Serda Ucok Tigor Simbolon beserta 12 rekan anggota Kopassus yang lain sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat pada tahun 2013 silam. Hal ini dikarenakan ia terlibat penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Serda Ucok merupakan terdakwa kasus penembakan empat tahanan di lapas Cebongan. Bukan tanpa alasan, Serda Ucok dan beberapa rekan anggota Kopassus lain menyerang empat tahanan tersebut untuk membalaskan dendamnya atas kematian rekan mereka.

Serda Ucok mengeksekusi empat tahanan pelaku pembunuhan anggota Kopassus dengan menggunakan senjata AK-47. Atas perbuatannya, Serda Ucok pun akhirnya dijatuhi hukuman penjara. Berikut informasi selengkapnya:

Rekan Serda Ucok Tewas


Kejadian ini bermula saat rekan Serda Ucok yakni Serka Heru Santoso tewas dianiaya sejumlah orang di Hugo's Cafe Yogyakarta pada 19 Maret 2013. Kematian itu memberikan rasa sakit kepada sang sahabat yakni Serda Ucok. Ia pun akhirnya memiliki keinginan untuk membalaskan kematian sahabatnya.

Setelah ditelusuri, pelaku penganiayaan juga merupakan pembacok Sertu Sriyono, anggota Kodim Yogyakarta yang juga mantan anggota Kopassus yang tak lain juga rekan Serda Ucok.

Mendengar kabar tersebut, Serda Ucok tak bisa membendung amarahnya. Ucok lalu mengajak Serda Sugeng Sumaryanto dan Koptu Kodik untuk mencari pelaku.

Serda Ucok dan Rekannya Mencari Keberadaan Pelaku


Dilansir dari video yang diunggah di kanal Youtube TOP INFO, diceritakan bahwa Serda Ucok dan rekan-rekannya mencari informasi perihal kelompok preman yang menganiaya hingga menewaskan rekan mereka. Setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku, para anggota Kopassus ini langsung menuju ke lapas Cebongan.

Dengan menggunakan senjata yang dibawanya, Serda Ucok lantas menembakkan peluru ke tubuh ke empat pelaku.

Menjadi Pertanyaan


Setelah kejadian tersebut ramai beredar, tindakan yang dilakukan oleh Serda Ucok dan rekan-rekannya pun menjadi pertanyaan. Apakah tindakan itu adalah kriminalitas atau bentuk kesetiakawanan.

Para prajurit Kopassus tersebut akhirnya didakwa atas kasus pembunuhan napi di lapas Cebongan. Serda Ucok yang merupakan eksekutor sekaligus pemegang komando dalam penyerangan tersebut dijatuhi hukuman paling berat. Ia divonis 11 tahun penjara dan dipecat dari satuan Kopassus.


Serda Ucok Ingin Berantas Premanisme


Dalam sebuah wawancara sebelum penahannanya, Serda Ucok sempat mengungkapkan keinginannya untuk tinggal di Yogyakarta dan memberantas premanisme yang ada setelah dirinya keluar dari penjara. Langkah Serda Ucok pada saat itu yang memiliki keinginan untuk memberantas premanisme pun mendapat dukungan positif dari masyarakat.


Serda Ucok Siap Bertanggung Jawab


Serda Ucok mengatakan jika dirinya siap bertanggung jawab dan ikhlas meski harus menjalani hukuman penjara selama belasan tahun. Meski begitu, selepas dibebaskan Serda Ucok tetap berharap dirinya tetap bisa menjadi prajurit. Karena menurutnya, menjadi seorang prajurit merupakan suatu kehormatan baginya.

"Saya mohon majelis menyatakan saya masih layak dipertahankan sebagai anggota dalam dinas militer. Silakan hukum saya asalkan jangan dipecat dari TNI," kata Serda Ucok dikutip dari TOP INFO.(merdeka.com)