Makan Mie Instan Tiap Hari Selama 3 Tahun, Wanita Muda Ini Bolak-balik Cuci Darah

Infomenia.net -  Sebuah video seorang wanita bercerita dirinya harus menjalani cuci darah ke rumah sakit viral di media sosial TikTok.  Hal ...


Infomenia.net - 
Sebuah video seorang wanita bercerita dirinya harus menjalani cuci darah ke rumah sakit viral di media sosial TikTok. 

Hal itu karena selama tiga tahun berturut-turut dirinya mengaku hanya memakan mie instan setiap hari. 

Kini, ia harus merasakan dampak akibat kebiasaannya menyantap makanan tak sehat tersebut.

7 Tahun Bolak-balik Rumah Sakit 

Wanita berusia 25 tahun itu kini sudah tujuh tahun harus bolak-balik ke rumah sakit untuk mencuci darahnya. 

Ia diketahui mengidap penyakit ginjal dan asam urat karena terlalu sering mengonsumsi mie instan. 

Kisah wanita tersebut viral di setelah diunggah oleh akun pengguna TikTok @khadijah_azhari pada Rabu (19/5).

Hingga kini, video tersebut telah diputar lebih dari 490 ribu kali dan disukai lebih dari 19 ribu pengguna di TikTok. 

Videonya tersebut juga telah banjiri lebih dari 1.200 komentar dari warganet. 

Makan Mie Instan Setiap Hari Selama 3 Tahun

Dalam video tersebut, tampak wanita yang merekam video tengah melakukan percakapan dengan perempuan yang mengalami sakit akibat mie instan tersebut. 

Setiap hari makan mie instan, selama tiga tahun saat kuliah, dan harus cuci darah sebanyak tiga kali dalam seminggu," jelas perempuan pengidap gagal ginjal pada video tersebut. 

Bahaya Mengonsumsi Mie Instan

Mie instan diketahui berasal dari tepung yang mengandung banyak karbohidrat. 

Tak hanya itu, makanan ini juga mengandung garam sodium yang tinggi. 

Hal itu membuatnya kurang baik bagi kesehatan, seperti membuat berat badan meningkat, hipertensi, diabetes, hingga jantung. 

Melansir Kompas, Dr. Hyun Joon Shin dari Amerika juga menyebut hal serupa. 

Dari hasil studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition, wanita yang mengonsumsi mie instan dalam dua kali atau lebih dalam seminggu bisa dibilang kurang bagus. 

Salahnya mereka akan memiliki risiko yang lebih tinggi terkena sindrom metabolik dibandingkan dengan yang tidak makan mie instan sama sekali. 

Sindrom metabolik adalah sekumpulan kondisi yang terjadi secara bersamaan. 

Misalnya peningkatan tekanan darah, kadar gula darah yang tinggi, kelebihan lemak di sekitar pinggang, serta kenaikan kadar kolesterol yang tidak biasa. 

Melansir healthline.com, beberapa penelitian juga mengatakan bahwa kandungan MSG dapat berdampak negatif bagi kesehatan otak.

Satu studi menemukan bahwa MSG dapat menyebabkan pembengkakan dan kematian sel-sel otak dewasa. 

Meskipun begitu, MSG kemungkinan aman dalam jumlah sedang. 

Sementara beberapa orang yang mungkin memiliki sensitivitas terhadap MSG harus membatasi asupannya. 

Sebab, penderita bisa saja mengalami gejala-gejala seperti sakit kepala, otot tegang, mati rasa dan kesemutan.(rumah123.com)