Janda Satu Anak Dilarang Pemerintah Berjualan di Surabaya, Videonya Viral

Infomenia.net -  Beredar video viral seorang perempuan mendatangi kantor Kelurahan Ampel, Kecamatan Krembangan, Surabaya.  Dalam video terse...


Infomenia.net - 
Beredar video viral seorang perempuan mendatangi kantor Kelurahan Ampel, Kecamatan Krembangan, Surabaya. 

Dalam video tersebut perempuan ini didampingi dua orang pria. Salah satunya adalah Bambang Ashraf, Wali Kota LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Surabaya dan satu lagi seorang pria yang mengenalkan diri sebagai seorang lawyer.

Belakangan ini diketahui identitas perempuan tersebut adalah Fahriyah Bagar. Janda satu orang anak warga Jalan Ampel Gubah Kidul, Gang I, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir.

Fahriyah mendatangi kantor kelurahan lantaran resah. Karena kiosnya yang berada di Gubah Ampel Gang I hendak dibongkar dan dilarang berjualan oleh pihak kelurahan. Alasannya itu merupakan tempat fasilitas umum dan hendak dilakukan pavingisasi saat ini.

Karena itu kemudian LIRA Surabaya memberikan pendampingan terhadap Fahriyah. "Kalau lurah gak tebang pilih, hampir semua pedangang di Ampel itu fasum loh, kenapa kok cuman toko ini," ujar Bambang bertanya keheranan.

Menurut dia jika hendak melakukan melakukan penegakan Perda Nomor 2 Tahun 2014 harus adil dan tidak tebang pilih.

"Ayo semua bongkar PKL yang di atas fasum. Dari ujung ke ujung," tegasnya.

Adanya hal ini, jelas Bambang tidak bagus bagi kondusivitas di Ampel. Apalagi ketika terjadi pandemi Covid-19 saat ini. Di mana banyak warga mengalami kesusahan.

Fahriyah sendiri di sana berjualan berbagai macam alat untuk beribadah. Seperti tasbih, minyak wangi dan juga sajadah.

Kios itu menurut Fahriyah sudah didirikan sejak tahun 1983 dan sudah mendapatkan izin dari pihak kelurahan saat itu. Sekarang Fahriyah meneruskan usaha peninggalan dari orang tuanya di sana.

Adanya perkara ini kemudian membuat pihak LIRA Surabaya melaporkan ke beberapa pihak. Seperti ke Ombudsman dan kemudian juga Wali Kota Surabaya.

Terpisah Lurah Ampel M. Imzak ketika dikonfirmasi memilih menjawab singkat. "Terkait pengaduan ke Wali Kota Surabaya tersebut kami menunggu saja. Terima kasih," ujarnya.(malangtimes.com)