Ibu Wati Ancam Bunuh Diri Usai Diusir Warga Karena Tuduh Tetangganya Jalani Pesugihan Babi Ngepet

Infomenia.net -  Beberapa hari lalu sangat heboh adanya pesugihan babi ngepet di daerah Depok, Jawa Barat.  Bahkan video penangkapan babi ng...


Infomenia.net - 
Beberapa hari lalu sangat heboh adanya pesugihan babi ngepet di daerah Depok, Jawa Barat. 

Bahkan video penangkapan babi ngepet sampai viral di media sosial Instagram. 

Lebih tepatnya, kejadian itu sangat heboh di wilayah warga Sawangan, Depok. 

Cerita kemunculan babi berwarna hitam yang diduga babi ngepet buat warga di sana mendadak geger. 

Saat penemuan babi ngepet itu, salah seorang warga bahkan mencurigai warga lainnya yang diduga melakukan pesugihan babi ngepet. 

Akhirnya banyak warga Depok yang datang sampai berdesakan ingin melihat bagaimana wujud dari hewan yang diduga babi ngepet itu. 

Menurut informasi yang beredar, babi itu ditangkap ramai-ramai oleh 15 orang warga setempat, 8 di antaranya sampai telanjang bulat untuk menangkap babi itu. 

Berdasarkan penjelasan dari tokoh masyarakat setempat, babi tersebut menyusut setelah ditangkap. 

Isu babi ngepet itu pun semakin panas setelah seorang ibu menuding tetangganya sebagai pemilik babi ngepet tersebut. 

Ialah ibu Wati yang mengaku sebagai paranormal dan ingin menerawang sosok pemilik babi ngepet yang tengah viral di kampung halamannya itu. 

Namun, Wati justru dituding warga sebagai bagian dari pihak pemilik babi ngepet itu. 

Setelah ditelusuri oleh pihak berwajib, ternyata isu babi ngepet di daerah Sawangan, Depok itu merupakan hoaks atau berita bohong. 

Terungkap bahwa isu babi ngepet itu memang sengaja dibuat oleh oknum yang mengaku sebagai ustaz di daerah tersebut. 

Ustaz itu tak lain ialah orang yang paling vokal dalam menyerukan isu babi ngepet di daerah Sawangan, Depok.

Rupanya, ia pun sengaja membeli babi hutan dan mengoordinasikan suruhannya untuk ikut berekayasa dengannya soal isu babi ngepet. 

Mirisnya, oknum ustaz itu melakukan tindakan tidak terpuji itu lantaran ingin menjadi terkenal dan nantinya mendapatkan undangan majelis taklim yang banyak. 

Kini, oknum ustaz itu sudah menuai karma setelah menyebarkan berita bohong kepada publik. 

Ia pun terancam hukuman penjara selama 3 tahun. 

Sementara ibu Wati, ia juga mulai menuai karma nya usai menuding tetangganya melakukan pesugihan babi ngepet. 

Wati pun mulai menerima sanksi sosial atas perbuatannya itu, ia akhirnya diusir ramai-ramai oleh para warga pada hari Kamis (29/4/21). 

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua RW 10, Kampung Baru, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor Jawa Barat. 

Warga menuntut Wati untuk pergi dari kampungnya lantaran permintaan maaf dan klarifikasinya yang diunggah di sosial media tidak seperti orang yang benar-benar mengakui dosa. 

Mulanya warga pun meminta agar ketua RW untuk melaporkan Wati pada pihak berwajib, namun akhirnya mengusirnya dari kampung menjadi pilihan yang diambil oleh warga. 

Sang ketua RW pun mengungkapkan bahwa sempat adanya penolakan dari Wati sampai mengancam akan melakukan bunuh diri bila diusir. 

Tak main-main, Ibu Wati bahkan sudah memegang pisau dapur di tangannya utuk mengancam warga kalau dirinya akan melakukan bunuh diri.

“Ya akhirnya Ibu Wati meradang, mencak-mencak, segala mau bunuh diri tadi. Akhirnya warga sudah bisa dilerai, saya bubarkan. Ya saya tenangkan Ibu Wati, ya sudah mungkin jalan yang terbaik harus seperti ini,” ungkap ketua RW, Nurzaman. 

Sempat terjadi kerusuhan antara warga dan Ibu Wati, tapi setelah dengahi, akhirnya ibu Wati menerima untuk hengkang dari kampungnya dan sudah mulai berkemas-kemas. (tribunnews.com)