Garut Heboh, Dua Warga Nekat Serang Markas TNI dan Bawa Senjata Tajam hingga Nyaris Bacok Polisi yang Melerai

Infomenia.net -  Entah apa yang ada dalam pikiran dua pria warga Pameungpeuk, Kabupaten Garut ini. Mereka nekat melakukan penyerangan ke mar...


Infomenia.net - 
Entah apa yang ada dalam pikiran dua pria warga Pameungpeuk, Kabupaten Garut ini. Mereka nekat melakukan penyerangan ke markas Komando Rayon Militer (Koramil) Pameungpeuk, Kodim 0611 Garut. 

Keduanya melakukan penyerangan dengan membawa sejumlah senjata tajam. Mereka pun dengan lantangnya menantang anggota TNI yang bertugas di Koramil tersebut. 

Video aksi penyerangan yang dilakukan warga ini beredar luas di media sosial dan viral. Video ini pun banyak mendapat tanggapan yang kebanyakan menilai aksi yang dilakukan mereka sangatlah nekat bahkan terbilang konyol. 

Kapolres Garut, AKBP Adi Benny Cahyono, membenarkan adanya aksi penyerangan terhadap markas Koramil Pameungpeuk oleh dua orang warga. Saat ini kasusnya sudah ditangani pihak kepolisian dan kedua pelaku sudah berhasil diamankan. 

"Pelakunya sudah ditahan akan tetapi belum bisa kita periksa karena kondisinya belum normal dari pengaruh minuman keras," ujar Benny, Jumat 28 Mei 2021 malam. 

Diterangkan Benny, kejadian tersebut berawal dari salah paham antara dua pengendara di jalan raya. Salah satu pengendara, diketahui salah jalur sehingga menyebabkan perselisihan dengan pengendara lainnya akibat nyaris terjadi serempetan kendaraan. 

Hal ini kemudian berujung terjadinya perkelahian antara mereka. Salah seorang dari mereka kemudian lari ke dalam markas Koramil dan terus dikejar oleh oleh pelaku. 

Menurut Benny, orang tersebut berani mengejar ke dalam koramil karena kondisinya sedang mabuk. Bahkan hingga Jumat malam, belum bisa ditanyai karena masih dalam kondisi mabuk berat. 

"Mudah-mudahan besok pagi sudah sadar sehingga bisa segera kita mintai keterangannya. Mereka berani menyerang ke Koramil karena tak sadar akibat mabuk minuman keras," katanya. 

Selain dua pelaku, tutur Benny, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam yang dibawa pelaku. Diduga senjata tajam itu hasil rampasan pelaku dari petani. 

Sebelumnya sempat beredar informasi yang bersumber dari bahan laporan pihak kepolisian jika salah satu pelaku sering dipanggil Dadang Buaya (45) yang merupakan warga Kecamatan Cibalong. Sebelumnya ia berselisih dengan salah seorang nelayan yang baru pulang melaut akibat nyaris terjadi serempetan kendaraan yang mereka kendarai. 

Sang nelayan yang kaget karena Dadang mengambil jalur yang salah sempat menegurnya hingga membuat Dadang tersinggung. Dadang kemudian menghampiri warga tersebut lalu menodongkan pisau ke leher sambil menampar nelayan itu. 

Tak cukup sampai di situ, Dadang pun kemudian membawa nelayan tersebut ke depan hotel dan di situ kembali terjadi adu mulut. Karena Dadang terus ngotot, nelayan itu pun kemudian meminta bantuan kepada adiknya yang merupakan aparat untuk menyelesaikan masalahnya. 

Namun saat akan diselesaikan oleh adik nelayan, Dadang kembali ngotot hingga terjadi percekcokan yang berakhir dengan perkelahian. 

Masyarakat sekitar yang mengetahui ada kejadian tersebut, langsung melaporkan kepada pihak kepolisian. Namun yang terjadi, petugas kepolisian yang berusaha melerai malah dipukul dan dibanting bahkan sempat akan dibacok dengan menggunakan golok milik petani yang lewat, tapi berhasil dihindari. 

Saat petugas kepolisian sedang menghindari serangan Dadang, adik nelayan terlibat adu mulut dengan rekan DA yaitu TE alias Abang. Keributan itu pun akhirnya bisa dibubarkan oleh pihak kepolisian sektor Pameungpeuk yang datang ke lokasi kejadian. 

Setelah dibubarkan, Dadang rupanya masih belum puas. Ia yang masih dalam keadaan mabuk, bersama rombongan yang berjumlah sekitar 15 orang mendatangi koramil untuk mencari adik nelayan. Saat itu, anggota Koramil Pameungpeuk berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam, mulai golok, samurai hingga igrek milik DA. 

Dari Koramil Pameungpeuk, DA kemudian mendatangi Polsek Pameungpeuk mencari anggota yang sebelumnya berusaha melerai. Di Polsek Pameungpeuk, DA sempat membuat keributan, namun akhirnya bisa diusir keluar. 

Di luar kantor Polsek Pameungpeuk, Dadang diketahui sempat menyerang salah satu anggota kepolisian namun berhasil dilerai dan diminta pulang. Pihak kepolisian saat itu langsung melakukan konsolidasi bersama koramil untuk menangkap Dadang dan yang lainnya. 

Dalam penangkapan tersebut, dua orang ditangkap di rumahnya masing-masing. Keduanya saat ini sudah berada di Polres Garut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.(pikiran-rakyat.com)