Dilempar dari Lantai 26 hingga Tewas, Motif Pembunuhan Mahasiswa Ini Mengejutkan

Infomenia.net -  Seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta (IPT) berusia 24 tahun diduga ditikam dan sempat dilempar hingga tewas.  Bukan ha...



Infomenia.net - 
Seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta (IPT) berusia 24 tahun diduga ditikam dan sempat dilempar hingga tewas. 

Bukan hanya itu, ia juga diduga dilempar dari lantai 26 sebuah apartement di Damansara Perdana, Malaysia yang terjadi pada Kamis, 6 Mei 2021 lalu. 

Menurut Kosmo, jenazah siswa setempat ditemukan di lantai dua gedung yang sedang dibangun, yang berada tepat di sebelah apartement. 

Kapolsek Petaling Jaya, Asisten Komisaris Mohamad Fakhrudin Abdul Hamid mengatakan, polisi menerima telepon terkait kejadian tersebut sekitar pukul 13.17 di hari yang sama. 

Hasil penyelidikan menemukan bahwa tubuh korban ditemukan di lantai dua area konstruksi yang belum selesai. 

Gedung itu terletak tepat di samping bangunan tempat ia tinggal. 

Pria itu meninggal dengan luka di tubuh yang menyindir bahwa itu mungkin pembunuhan, 

“Tindak informasi dan intelijen, tim polisi dari Satuan Kejahatan Berat (D9) Mabes Polri (IPD) Petaling Jaya menangkap seorang pria berusia 24 tahun di tempat parkir Bandar Sunway, Subang Jaya sekitar pukul 4.25 WIB. malam,” katanya. 

Penyelidikan terhadap tersangka menemukan bahwa dia mengalami luka di kedua lengannya dan memiliki lebih dari 100 jahitan, yang diyakini terjadi karena perkelahian dengan korban. 

Polisi menyita beberapa barang tersangka termasuk ponsel, satu set kunci rumah, mobil, sertifikat medis, dan kartu janji temu untuk pusat medis swasta atas namanya. 

“Investigasi lebih lanjut juga mengarah pada penemuan pakaian tersangka yang berlumuran darah di rumahnya di Taman Sri Kuching, Kuala Lumpur,” tambahnya. 

Ia juga menjelaskan, motif hasil otopsi ditemukan beberapa luka tusuk di tubuh korban yang mengakibatkan pendarahan hebat. 

“Motif pembunuhan tersebut diyakini karena ketidakpuasan hasil penjualan narkoba dan juga masalah hutang antara tersangka dan korban,” katanya. 

Tersangka pun diketahui menggunakan narkoba. 

"Tes skrining urin yang dilakukan menemukan bahwa tersangka positif menggunakan ganja dan kasusnya akan diselidiki berdasarkan Bagian 302 KUHP untuk pembunuhan," katanya.(pangandaran.pikiran-rakyat.com)