Alvin Wijaya Mundur dari TGUPP, Ini Fakta-faktanya

Infomenia.net -  Nama Alvin Wijaya terungkap sebagai anggota TGUPP Gubernur Anies Baswedan yang mengundurkan diri. Diketahui Alvin merupakan...


Infomenia.net - 
Nama Alvin Wijaya terungkap sebagai anggota TGUPP Gubernur Anies Baswedan yang mengundurkan diri. Diketahui Alvin merupakan anggota TGUPP bidang respons strategis.

Pengunduran diri Alvin Wijaya pertama kali disinggung dalam forum rapat antara Pemprov DKI dan Komisi A DPRD DKI. Ketua Komisi A DPRD DKI Mujiono menanyakan soal kabar anggota TGUPP berinisial AW mengundurkan diri.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Thopaz Nuhgraha Syamsul kemudian membenarkan AW adalah inisial dari Alvin Wijaya.

"Ya betul, Alvin Wijaya," kata Thopaz saat dihubungi, Senin (24/5/2021).

Lantas apa saja yang diketahui soal sosok Alvin Wijaya yang mundur dari TGUPP? berikut ulasannya.

Mundur pada 1 April

Menurut informasi yang disampaikan Wakil Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tri Indrawan, Alvin Wijaya diketahui bergabung dengan TGUPP sejak 29 Maret 2018. Ia masuk di bidang respons strategis.

Melalui SE Gubernur 6 132 Tahun 2021, Alvin diberhentikan per 1 April 2021 dengan posisi yang sama, yakni respons strategis. Terkait alasan pengunduran pria berinisial AW itu, belum ada penjelasan.

Tri menegaskan anggota TGUPP tak perlu memberitahukan alasan pengunduran dirinya. Mengapa begitu?

"Kan sudah saya sampaikan. Di peraturannya kan ada 4 item yang diberhentikan, satu sakit, meninggal dunia, tersangka atau terpidana, dan terakhir mengundurkan diri," jawab Tri.

Belum Diketahui Alasan Pengunduran Diri

Thopaz menyebut belum mengetahui alasan pengunduran diri Alvin Wijaya sebagai TGUPP. Dia meminta Bappeda DKI Jakarta segera memberinya jawaban pasti.

"Dan jawaban sementara Bappeda itu adalah administrasinya mengundurkan diri, bukan pemberhentian. Saya tekankan kepada Bappeda secepatnya saya butuh jawaban pasti dan lengkap. Jadi dalam 1-2 hari ini kita baru dapatkan jawaban lengkapnya," ujarnya.

Disebut Ada Mafia Jabatan

Sementara itu, Thopaz menduga pengunduran diri Alvin Wijaya berkaitan dengan mafia jabatan di lingkungan Pemprov DKI. Komisi A DPRD DKI berencana memanggil Asisten Pemerintahan DKI Jakarta, Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, dan Bappeda DKI Jakarta terkait kasus ini.

Thopaz menduga pengunduran diri Alvin masih berhubungan dengan mafia jabatan.

"Kalau dari penglihatan kita dan kita terka-terka dari isu di lapangan dan isu di kantor, AW masih terkait dengan mafia jabatan," kata Thopaz.

Politikus Gerindra itu juga merasa khawatir hal ini juga berpengaruh terhadap tindakan ratusan ASN yang ogah mengikuti lelang jabatan eselon II, meskipun secara administrasi dia dinyatakan mengundurkan diri.

"Jadi kita panggil BKD, panggil Bappeda, panggil Asisten pemerintah terkait minimnya keinginan para PNS (dan) ASN untuk naik jabatan. Dikhawatirkan itu ada mafia jabatan yang memperjualbelikan, itulah sebabnya terjadinya minim keinginan," jelasnya.

Respon Pemprov DKI

Merespons dugaan mafia jabatan atas mundurnya Alvin Wijaya, Pemprov DKI angkat bicara.

"Kemarin sudah dijelaskan oleh Wakil Kepala Bappeda bahwa yang bersangkutan mengundurkan diri terhitung sejak 1 April 2021," ujar Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Sigit Wijatmoko, saat dihubungi, Selasa (25/5/2021).

Sigit menunjukkan surat pengumuman Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2021 tentang Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Surat itu diteken oleh Sekda DKI Jakarta Marullah Matali pada 14 April 2021.

"Mohon lihat tanggal pengumuman Sekda dimaksud," ujar Sigit. Dari surat yang dimaksud Sigit, lelang jabatan terjadi setelah Alvin mengundurkan diri dari TGUPP.(detiknews.com)