Sindir Nikah Beda Agama Alasan Takdir, Tengku Zul: Sontoloyo Ini Orang

Infomenia.net -  Tengku Zulkarnain, mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyinggung orang yang menikah dengan ora...


Infomenia.net - 
Tengku Zulkarnain, mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyinggung orang yang menikah dengan orang berbeda agama atas alasan takdir.

Awalnya, Tengku Zul membahas bahwa seorang muslim mesti menjalankan Islam dengan sepenuhnya, yakni dengan menjalankan syariat-syariat.

Ia sempat menyoroti bahwa orang-orang muslim yang ingin menjalankan Islam sepenuhnya justru sering dicap radikal atau tidak toleran.

Padahal, menurutnya, tidak boleh ada toleransi dalam urusan aqidah dan syariat.

Tengku Zul mengutip dari Alquran Surat Al Kafirun ayat 6 yang berbunyi ‘lakum dinukum waliyadin’, artinya ‘bagimu agamamu dan bagiku agamaku.’

“Secara tauhid, aqidah, kita nggak bisa toleransi. Dengan orang lain kita katakan lakum dinukum waliyadin,” kata Tengku Zul dalam video yang diunggah di kanal YouTube tengkuzulkarnain_official pada 25 November 2021.

“Secara syariat pun tidak bisa toleransi, kita ucapkan lakum dinukum waliyadin,” sambungnya.

Tengku Zul lantas menyindir bagaimana kini banyak yang membolehkan nikah beda agama dengan alasan takdir.

“Hari ini secara syariat, mau gabung, mau kawin lain agama, boleh. Kawin lain agama boleh. Siapa yang melarang berarti menolak kodrat cinta. Wedeh wedeh. ‘Bukankah kita berhak memilih pasangan hidup kita? Bukankah kita kawin dengan istri kita itu jodoh, takdir.’ Bawa-bawa takdir lagi, sontoloyo ini orang,” ujarnya.

Padahal, menurut Tengku Zul, takdir itu juga ada yang menjadi pilihan. Jodoh termasuk ke dalamnya.

“Takdir itu ada takdir yang menjadi pilihan kita,” katanya.

Menurutnya, Tuhan memberikan akal agar manusia dapat menekan keinginan pribadinya demi keinginan Allah dan Rasul.

“Jodoh tuh pilihan kita. Hati kita memutuskan. Allah memberi akal kepada kita. ‘Saya cinta ama dia, tapi dia tidak Islam. Saya haram makan babi, dia makan babi. Saya menyembah Allah, dia menyembah Tuhan yang lain. Yah saya harus cari istri lain, kenapa? Karena saya harus mengorbankan kemauan saya demi kemauan Allah dan Rasul-Nya,” terang Tengku Zul.

“Siapa mengorbankan maunya demi Allah dan Rasul-Nya, di hari kiamat nanti semua (keinginannya) diberi Allah,” sambungnya.(terkini.id)