Sebut MRS Mau Dibunuh, Nurdiati Akma: Emak-Emak Nanya Kapan Perang

Infomenia.net -  Nurdiati Akma menduga bahwa dalam kasus penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI), orang yang sebenarnya menjadi sas...



Infomenia.net - 
Nurdiati Akma menduga bahwa dalam kasus penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI), orang yang sebenarnya menjadi sasaran adalah Rizieq Shihab. Ia pun mengaku bahwa para ‘emak-emak’ yang juga mendukung Rizieq bertanya kepadanya kapan mereka akan perang.

Pernyataan Nurdiati Akma itu disampaikan dalam pertemuan antara Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam Laskar FPI dengan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) pada Senin, 5 April 2021.

Awalnya, Nurdiati menyoroti soal kasus kerumunan yang dituntutkan kepada Rizieq Shihab saat kembali ke Indonesia pada bulan November 2020 lalu.

“Yang mempersilahkan justru Mahfud MD. ‘Silahkan datang, wong nggak ada pengikutnya, kok.’ Ternyata yang datang lebih dari tiga juta. Apa Habib Rizieq yang harus ditangkap? Mestinya Mahfud MD dong yang ngasih izin seperti itu,” kata Nurdiati seperti dilihat dalam video yang diunggah kanal YouTube ‘Bang Edy Channel’ pada Selasa, 6 April 2021.

Selanjutnya, Nurdiati juga mengungkit peristiwa terbakarnya mobil di flyover Cawang, Jakarta Timur yang terjadi pada 15 April 2017 lalu.

Kebakaran itu sempat disebut-sebut sebagai upaya teror kepada Rizieq yang melangsungkan pengajian Isra Miraj tak jauh dari lokasi.

Dilansir dari liputan6, ketika itu polisi juga mengerahkan satu unit tim Gegana untuk menyisir dua kendaraan lainnya yang dicurigai sebagai bom mobil.

“Kemudian yang kedua juga, kasat mata rasanya, dulu sampai hari ini belum bisa nangkep pelaku pemboman yang di Cawang. Itu dengan bom yang satu mobil, terbuka di belakangnya dengan bom yang banyak tuh untungnya tidak langsung ke panggung tempat Habib Rizieq, tapi jalannya ke tempat parkiran motor. Kok sampai sekarang nggak ketemu juga? Aduh ini kayaknya main-mainan deh,” katanya.

Ia menduga bahwa dalam peristiwa itu, Rizieq lah yang sebenarnya menjadi sasaran.

“Sekarang masalah yang enam orang laskar yang kami anggap mereka tuh syahid betul, mereka syuhadah betul. Kenapa? Mereka kan niat cuma ingin mengawal guru yang dia cintai, nggak dibayar. Tahu-tahunya kok dibunuh. Yang mau dibunuh sebetulnya kan mungkin HRS, tapi kenanya mereka,” katanya.

Nurdiati pun meminta PAN untuk membongkar soal semua kasus-kasus ini. Ia menyinggung bahwa PAN bukan diangkat oleh orang di balik kasus tersebut, melainkan oleh rakyat.

“Ini permainan udah harus dibongkar. Kita udah geregetan. Ini emak-emak di belakang saya ‘Bu, kapan kita perang?’ Wo, coba ngajakin perang, loh,” ujar Nurdiati disambut tawa dari orang di sekitarnya.

“Saya bilang ‘perang punya senjata apaan?’ saya bilang. Kan nggak punya, jangan berani-berani mau perang, saya bilang,” tambahnya.(terkini.id)