Prahara AM, Warga Jakarta yang Gabung IS*S, Rp6 Miliar Amblas dan Berujung Bui

Infomenia.net -  Prahara kehidupan melanda Warga Kemang, Jakarta Selatan (Jaksel), berinisial AM (50). Gegara simpati dan bergabung dengan I...


Infomenia.net - 
Prahara kehidupan melanda Warga Kemang, Jakarta Selatan (Jaksel), berinisial AM (50). Gegara simpati dan bergabung dengan ISIS, hidupnya malah berujung mendekam di terali besi. 

Tak hanya itu, harta senilai Rp6 Miliar pun ikut amblas demi memenuhi cita-cita bergabung dengan ISIS yang dalam impiannya membawa kemaslahatan. 

Banyak warganet menyoroti kisah tersebut. Di akun FB Mak Lambe Turah, sejumlah netizen ikut prihatin dan menganggapnya sebagai korban salah mengikuti pengajian. 

MLT: “Jangan sampai salah guru ngaji. Rugi dunia, rugi akhirat.”   

Diah Aprilyani: “Kok bodoh yahh.”

Churnia: “Amit amit Mak.”

Raymond Ambarita: “Lha Rijiq Dengan Terbuka di Video Mendukung iSIS, GA Dipidana. Dagelan???? Negara Lemah Terhadap Pemimpin Radikal Yang Terbuka, Tetapi Menangkap Yang Sembunyi Sembunyi.”\

Tini Jayadi: “Sudah tahu tdk baik kok yg msh mau gabung....bodoh!” 

Rayya Rabbani: “Ideologi yang salah dan sesat.”

Sebelumnya diberitakan, warga Kemang, Jakarta Selatan (Jaksel), berinisial AM (50), divonis 4 tahun penjara.

Insinyur itu dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana terorisme karena bergabung dengan ISIS dan merekrut WNI yang mau bergabung dengan organisasi teroris dunia itu.

Hal itu tertuang dalam putusan PN Jaktim yang dikutip dari laman Mahkamah Agung, Selasa (13/4/2021). Berikut ini kronologinya:

2007AM mulai mengikuti pengajian garis keras di salah satu masjid di Jaksel.

2008Rumah AM mulai dipakai untuk pengajian kelompok teroris.

2014ISIS dideklarasikan di Suriah. AM mulai tergerak bergabung.

Maret 2016

AM bersama istri dan dua anaknya berangkat ke Turki. Sebelum berangkat, AM menjual dua mobilnya dan laku Rp 160 juta. Tujuannya, bergabung dengan ISIS di Suriah.

Awalnya, mereka tinggal di apartemen yang dipesan lewat salah satu aplikasi. Mereka tinggal 1 bulan dengan visa turis dan setelahnya mengurus via izin tinggal selama 1 tahun.

AM berkali-kali mencoba menyeberang ke Suriah tetapi mengaku jalur belum aman sehingga mengurungkan niatnya.

Agustus 2016

AM meminta temannya di Jakarta menjual rumah di Kemang seharga Rp 6 miliar. Uang itu kemudian ditransfer dan dipakai untuk membeli apartemen di daerah Sogutlucesme, Istanbul, Turki.

13 Februari 2017

Izin tinggal AM di Turki habis. Dia pulang ke Jakarta. Di Jakarta, AM membuat KTP baru dan membuka rekening bank.

22 Februari 2017

AM kembali berangkat ke Turki. Sejak saat itu, AM memfungsikan apartemennya sebagai tempat singgah bagi WNI yang mau bergabung dengan ISIS.

23 November 2018

AM hendak pulang ke Indonesia. Namun, paspornya dicurigai pihak Imigrasi dan dia ditahan.

30 November 2018

AM dan keluarganya dideportasi ke Indonesia.

13 Maret 2020

AM ditangkap penyidik dan ditahan.

November 2020

AM mulai diadili di PN Jaktim."Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun," kata ketua majelis Yudisilen dengan anggota Alex Adam Faisal dan Nun Suhaini.

31 Maret 2021

PN Jaktim memutuskan AM terbukti melakukan tindak pidana terorisme.

Majelis menyatakan AM terbukti memenuhi kualifikasi perbuatan yang diatur UU Terorisme. Apalagi, ISIS adalah organisasi terlarang. Sebab, tidak hanya di Suriah, akan tetapi juga merambah ke Indonesia. 

Di Indonesia, para pendukung ISIS telah menggunakan peralatan apa saja serta mengakibatkan dampak yang menimbulkan suasana teror dan rasa takut yang luas di kalangan masyarakat sipil.

"Di samping melakukan pelatihan militer, mereka juga melakukan intimidasi dengan berbagai senjata dan modus teror yang mengancam masyarakat sipil yang tidak memiliki pemahaman yang sama dengan mereka," ujar majelis seperti dinukil detik.com.

12 April 2021

PN Jaktim melansir putusan tersebut.(netralnews.com)