Pimpinan Ponpes Ternama Di Indramayu Dipolisikan Janda, Video Hingga Hasil USG Jadi Bukti

Infomenia.net -  Seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) ternama di Indramayu membuat malu nama pesantren.   Bukannya mendekatkan diri ke...


Infomenia.net - 
Seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) ternama di Indramayu membuat malu nama pesantren.  

Bukannya mendekatkan diri kepada Tuhan, pria tua bangka itu malah merayu janda. 

Sejak 2018 hingga 2021, ia terpaksa menjadi pelampiasan hasrat sesaat pimpinan pondok pesantren tersebut. 

Pria tua bangka itu berinisial PG (74) dan janda yangh menjadi korbannya berinisial K (50). 

Tak tahan lagi dengan kelakuan PG, K pun melaporkannya ke Polda Jabar.

Dari berkas yang diterima Tribun, laporan tertuang dengan nomor laporan polisi LP/B/212/II/2021 tertanggal 22 Februari 2021. 

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa K mengalami dugaan tindak pidana pencabulan sejak 2018. 

PG dilaporkan dengan Pasal 289 KUH Pidana. 

Saat dikonfirmasi, kuasa hukum K, Djoemaidi Anom membenarkan ihwal pelaporan tersebut. 

"Betul, kami melaporkan PG ke Polda Jabar atas tuduhan pencabulan," ujar Anom saat ditemui di Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (16/4/2021). 

Ia menjelaskan, K bekerja di pesantren PG itu sejak 2016 mengurusi soal pangan. K sendiri berstatus janda. 

"Klien kami ini bekerja di lingkungan yang dikelola oleh PG. Klien kami terpaksa memenuhi nafsu PG ini karena terpaksa," ucap Anom. 

Dalam laporan itu, dia menyertakan sejumlah bukti seperti hasil USG, kwitansi berobat, hingga video. 

"Klien kami awalnya tidak mau melaporkan perbuatan itu. Tapi ada temannya, duda, mendorong untuk melaporkan perbuatan itu dan akhirnya kami pada 22 Februari melaporkan ke Polda Jabar," ucap Anom. 

Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi saat dikonfirmasi, akan mengecek laporan tersebut. 

Kuasa hukum PG, Hendra, saat dihubungi via ponselnya sempat merespons. 

Namun, saat dimintai tanggapannya soal pelaporan itu Hendra tidak meresponsnya.(tribunnews.com)