Pedih! Usai Mundur Dari Posisi CEO Start Up, 'Koboi' Fortuner Juga Terancam 5 Tahun Penjara

Infomenia.net -  Aksi Muhammad Farid Andika (MFA) di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur beberapa waktu lalu memang terus menjadi sorotan pub...


Infomenia.net - 
Aksi Muhammad Farid Andika (MFA) di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur beberapa waktu lalu memang terus menjadi sorotan publik. Pasalnya MFA berani menodongkan airsoft gun yang dimiliki usai sebelumnya melabrak seorang pengendara sepeda motor.  

Usut punya usut, MFA ternyata seorang foudner dan CEO dari fintech Restock.id., sebuah jabatan yang kini terpaksa harus ditinggalkannya. Perihal pengunduran diri MFA dari posisi sebagai CEO Restock.id ini turut dibenarkan oleh Chief of Sales Rega Sardjono.  

Rega menyatakan bahwa MFA sudah mengundurkan diri dan kini pihaknya pun telah menentukan siapa sosok pengganti sementara sang CEO. "Untuk sementara kami telah menunjuk Tiar Nabilla Karbala sebagai CEO Restock.id," kata Rega dalam siaran persnya, merujuk pada Tiar sang komisaris perusahaan, Sabtu (3/4).  

Dan seolah belum cukup, MFA kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi "koboi jalanan" tersebut. Dan atas perbuatannya, termasuk perihal kepemilikan senjata, MFA pun dikenai UU Darurat dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Alhasil MFA pun ditahan oleh piha kepolisian.   

"Kita tahan karena memang bisa ditahan. Ancamannya kan cukup tinggi, lebih dari 5 tahun ancamannya. Makannya sekarang ini kita lakukan penahanan," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Gereja Santa Perawan Maria, Jakarta, Sabtu (3/4).  

Meskipun begitu, Yusri memastikan kasus ini masih terus didalami, termasuk soal asal dan kepemilikan senjata jenis airsoft gun. "Ini kan masih didalami kalau itu, ya. Masih, masih kita dalami," ujar Yusri.  

Yang jelas, Yusri sudah membantah perihal bergabungnya MFA sebagaianggota Persatuan Berburu dan Menembak Indonesia (Perbakin). Pasalnya beredar kartu anggota MFA di Basic Shooting Club Perbakin.  

""Ada yang beredar kartu anggotanya (kartu Basis Shooting Club), itu tidak sah. Perbakin sudah kita lakukan pemeriksaan dan sudah menyatakan bahwa tidak ada terdaftar nama yang bersangkutan di Perbakin, Perbakin DKI," jelas Yusri. "Nanti baru kita gelar perkara untuk kasus yang lalu lintas.".(wowkeren.com)