Oknum Polisi di DIY Komen Negatif soal KRI Nanggala Diduga Depresi Belum Nikah

Infomenia.net -   Polda DIY memeriksa oknum bintara Polsek Kalasan, Sleman, Aipda Fajar Indriawan, karena berkomentar negatif terkait musiba...


Infomenia.net - 
Polda DIY memeriksa oknum bintara Polsek Kalasan, Sleman, Aipda Fajar Indriawan, karena berkomentar negatif terkait musibah tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali.

Wakapolda DIY Brigjen R Slamet Santoso menjelaskan, saat ini pihaknya masih memeriksa fisik dan kejiwaan oknum itu.

"Kita sedang periksa baik itu dari segi fisik dan kejiwaannya. Karena kita belum tahu kondisi kejiwaannya seperti apa dari anggota kita yang ini. Karena nanti perkembangan akan kita beri tahukan," kata Slamet di Kepatihan Pemda DIY, Senin (26/4).

Menurut Slamet, pihaknya akan menindak oknum polisi itu secara kode etik namun juga pidana. Saat ini pemeriksaan dari tim siber maupun Propam sedang dilakukan.

"Karena saat ini kita sedang berduka kok tiba-tiba ada seperti itu. Tapi kita lihat dulu nanti kejiwaannya seperti apa dari anggota," ujarnya.

Dugaan Depresi karena Belum Menikah

Muncul dugaan oknum polisi itu depresi lantaran belum menikah, meski sudah cukup usia. Oknum tersebut diketahui kelahiran 1980.

"Kemungkinan iya (depresi). Karena sampai umur sekian masih belum nikah yang bersangkutan. Kelahiran tahun 80," ujar Slamet.

Buntut dari komentar miring oknum polisi itu, sejumlah anggota TNI sempat mendatangi Polsek Kalasan dan videonya pun menyebar. Slamet memastikan kedatangan para anggota TNI AL itu untuk meminta klarifikasi bukan menggeruduk.

"Dari rekan-rekan Danlanal tadi, mereka mau klarifikasi. Jadi memang kita panggil, kita klarifikasi, kita kasih tahu duduk perkaranya seperti apa," jelasnya.

Oknum polisi itu diketahui sempat mengunggah komentar negatif di Facebook soal insiden KRI Nanggala. Minggu (25/4) malam, yang bersangkutan pun langsung diperiksa.

Postingannya itu dianggap mencederai hati para awak KRI Nanggala. Dalam komennya yang tak pantas, Aipda Fajar menyinggung peristiwa gugurnya kru KRI Nanggala tak perlu ditangisi.(kumparan.com)