Merasa Tak Ada Urgensinya, Komunitas Pesepeda Kritik Tugu Sepeda Rp800 Juta

Infomenia.net -  Komunitas pesepeda Brompton Owner Kelapa Gading dan Sekitarnya (BOGAS) mengkritik pembangunan Tugu Sepeda di Jakarta.  “Kam...


Infomenia.net - 
Komunitas pesepeda Brompton Owner Kelapa Gading dan Sekitarnya (BOGAS) mengkritik pembangunan Tugu Sepeda di Jakarta. 

“Kami dari komunitas kurang setuju karena momennya kurang tepat. Walaupun anggaran dari swasta, namun akan lebih baik bila dialihkan,” ujar Ketua BOGAS Chriswanto, Sabtu (10/4/2021). 

Chriswanto mengatakan, anggaran pembangunan tugu itu lebih baik dialihkan untuk menata jalur sepeda permanen yang masih banyak kekurangan. 

“Contohnya cat jalur sepeda, perbaikan gorong-gorong penutup yang berbahaya bagi pesepeda. Kami pesepeda merasa urgensi tugu tersebut belum ada,” kata Chriswanto. 

Chriswanto berharap Pemprov DKI Jakarta menambah jalur permanen sepeda demi keamanan dan kenyamanan saat gowes. 

“Konsistensi komitmen dukungan pemerintah terhadap pesepeda serta keamanan dan regulasi yang jelas bagi para pesepeda yang melintas di jalan raya,” kata Chriswanto. 

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, anggaran pembangunan Tugu Sepeda sebesar Rp 800 juta berasal dari pihak ketiga.  

“Tugu sepeda ini dapat anggaran dari pihak swasta, pihak ketiga. Kemudian kedua, nilainya kurang lebih Rp 28 miliar, termasuk tugunya yang Rp 800 juta, termasuk pembangunan 11 koridor sepeda yang dibangun secara permanen di Sudirman,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/4/2021). 

Riza menjelaskan, pembangunan tugu dilakukan guna memberi kesempatan bagi pelaku seni untuk berkreasi. Selain itu, tugu ini juga berfungsi untuk mempercantik Ibu Kota. 

Dia menambahkan, pembangunan jalur ini merupakan bentuk keberpihakan Pemprov DKI Jakarta kepada pengguna jalan, khususnya pesepeda. 

Adanya pembangunan jalur ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan sepeda, baik sebagai sarana olahraga maupun rekreasi. 

Bahkan ke depan, Riza juga berharap, sepeda bisa menjadi salah satu alat transportasi di Jakarta. 

“Ini bagian integrasi pelayanan transportasi publik di Jakarta,” tutur dia.(kronologi.id)